Wamendag Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Usai Lebaran

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bahan pokok tetap terkendali, bahkan cenderung turun setelah Lebaran. Hal ini menyusul adanya kekhawatiran dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) yang mewanti-wanti potensi kenaikan harga pada periode tersebut.

Seperti diketahui, Ikappi memproyeksikan sejumlah harga bahan pokok akan terus melonjak hingga sepekan pascamomentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga pangan setelah Lebaran di tengah kekhawatiran pedagang mengenai potensi lonjakan harga.

Menurutnya, jika mengacu pada tren tahun lalu, harga bahan pokok justru cenderung mengalami penurunan setelah Hari Raya.

“Kalau kita mengacu terhadap apa yang terjadi tahun lalu, biasanya trennya justru turun. Jadi mudah-mudahan ya ini kita coba pantau terus selama satu bulan ke depan juga,” kata Roro saat ditemui di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).

Untuk itu, Kemendag akan terus melakukan pemantauan selama satu bulan ke depan serta turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan harga dan menentukan langkah yang perlu diambil apabila terjadi gejolak di pasar.

Baca Juga

  • Harga Pangan Jelang Lebaran Sulit Turun, Ternyata Ini Biang Keroknya
  • Harga Pangan Jelang Lebaran (16/3): Bawang Merah dan Cabai Rawit Makin Mahal
  • H-4 Lebaran, Tekanan Harga Pangan di Pasar Cirebon Mulai Terasa

“Insya Allah kalau dari tahun lalu trennya turun, mudah-mudahan begitu juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Roro menyatakan Kemendag bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pemerintah daerah (Pemda) akan terus memantau harga bahan pokok di pasar menjelang Lebaran.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kerja sama lintas instansi untuk memastikan pasokan pangan tetap aman sekaligus mengevaluasi perkembangan harga di lapangan.

Dalam pemantauannya, Roro menuturkan harga minyak goreng rakyat Minyakita masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter. Dia menjelaskan pemerintah memperkuat pengawasan distribusi melalui kerja sama dengan BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID Food, dengan ketentuan minimal 35% distribusi berasal dari kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, dia menambahkan sebagian besar komoditas seperti telur, bawang merah, dan bawang putih masih terpantau stabil. Di sisi lain, lanjut dia, harga cabai mengalami kenaikan sehingga pemerintah akan berkoordinasi dengan Bapanas yang memiliki kewenangan pengaturan komoditas pangan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021.

Sementara itu, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan harga cabai di pasar sebenarnya mulai menunjukkan tren penurunan meskipun di beberapa titik masih terlihat tinggi.

“Harga cabai merah secara umum sebenarnya turun, karena sebelumnya sampai Rp70.000–Rp75.000, sekarang biasanya dijual Rp55.000–Rp60.000, jadi sudah turun sebenarnya,” kata Ketut.

Dia menjelaskan perbedaan harga tersebut terjadi karena sebagian pedagang di bagian depan pasar masih mematok harga lebih tinggi, sementara di lapak lain harga sudah mulai turun.

Berdasarkan data yang dimiliki Bapanas, harga cabai rawit merah di Jakarta juga mulai menurun seiring meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi.

“Kenapa? Karena produksi di Kediri sudah banyak, pasokan sudah mulai bagus. Sehingga fasilitasi distribusi yang disiapkan Badan Pangan Nasional sudah kami hentikan. Jadi ini normal, pasokan sudah mulai normal,” ujarnya.

Ketut menambahkan secara umum ketersediaan komoditas pangan menjelang Lebaran masih dalam kondisi aman, mulai dari beras, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam.

Menurutnya, harga cabai merah keriting yang sebelumnya sempat mencapai Rp75.000–Rp80.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp55.000–Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar juga mengalami penurunan dari kisaran Rp120.000 menjadi sekitar Rp95.000–Rp110.000 per kilogram.

Adapun untuk harga daging sapi, Ketut menyebut kondisinya relatif stabil di kisaran Rp140.000–Rp150.000 per kilogram untuk kualitas umum. Sementara itu, harga daging sapi kualitas khusus mencapai Rp150.000–Rp190.000 per kilogram, tergantung permintaan konsumen dan tingkat pemotongan lemak pada daging.

“Sebenarnya [daging sapi] relatif sudah aman, ada yang Rp140.000 per kilogram. Tapi kalau yang khusus, artinya yang super tentu tidak kami atur, ada yang Rp150.000 per kilogram, ada yang Rp190.000 per kilogram,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dituduh Daily Mail Punya Rumah Mewah di London, Motjaba Khamenei Tinggal di Kontrakan
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Malaysia Putuskan Mundur dari Perjanjian Dagang dengan AS
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kontrakannya di Makasar, Jaktim
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp10.000 Selama Libur Panjang Lebaran
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Macet Puluhan Kilometer, Jalan Lintas Timur Sumatera Rute Jambi-Palembang Ditutup Sementara
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.