Dividen BNI Cair 7 April 2026, Investor Dapat THR Rp13,03 Triliun

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Gedung kantor pusat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) di Jakarta. (Sumber: Dok. BNI)

KOMPAS.TV - Pembagian dividen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memasuki tahap cum dividen pada pekan ini menjelang libur Nyepi dan Lebaran 2026. Untuk pasar reguler dan negosiasi, jadwal cum dividen ditetapkan pada Selasa, 17 Maret 2026.

Adapun cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 26 Maret 2026, yang sekaligus menjadi tanggal recording date atau penentuan pihak yang berhak menerima dividen. Jadwal ini menjadi penanda penting bagi investor yang ingin memastikan namanya tercatat sebagai penerima dividen tahun buku 2025.

Dengan demikian, para pemegang saham yang tercatat pada recording date akan mulai menerima pembayaran dividen pada 7 April 2026. Momentum ini pun terasa seperti “THR” bagi para investor, sehingga menambah semarak suasana menjelang periode libur panjang Nyepi dan Lebaran.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan keputusan pembagian dividen tersebut merupakan wujud komitmen perseroan untuk terus memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, sekaligus menjaga kesehatan fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.

“Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk memberi nilai tambah bagi para pemegang saham, sekaligus memastikan kinerja perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: BNI Tambah Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Tembus Rp25,1 Triliun

Pembagian dividen tersebut sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026. Forum ini menjadi agenda tahunan penting bagi perseroan untuk menetapkan berbagai keputusan strategis.

Dalam rapat tersebut, BNI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun, setara 65% dari laba bersih konsolidasian yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun. Dari total dividen tersebut, setiap pemegang saham akan menerima Rp349,41 per lembar saham, mencerminkan komitmen perseroan untuk menghadirkan imbal hasil yang menarik bagi investor.

Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui penggunaan 35% dari laba bersih atau sekitar Rp7,01 triliun sebagai saldo laba ditahan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga ruang ekspansi yang sehat.

Dana laba ditahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis serta memperkuat kapasitas permodalan BNI di tengah dinamika industri perbankan yang terus berkembang. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kinerja perusahaan tetap solid sekaligus membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.

Penulis : Anindhita-Maulizeira

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Advertorial
  • BNI
  • Dividen
  • Recording Date
  • THR
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandara Lombok Siapkan Posko Terpadu, Puncak Mudik Diprediksi 17 Maret
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Perbedaan Tipe EV Charger, Sesuaikan dengan Kapasitas Baterai Kendaraan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Riau Bantah Gunakan Dana Baznas untuk Pembangunan Jembatan, Ini Faktanya
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Gubernur Banten Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Bullion Bank dan Strategi Hilirisasi Sektor Pertambangan
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.