REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan bahwa Iran tidak pernah mengajukan permintaan gencatan senjata kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel. Di mana, perang Iran melawan AS-Israel sudah memasuki pekan ketiga.
Dalam pernyataannya di sela-sela konferensi pers, Senin (16/3/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa Iran tidak mengirimkan pesan apa pun maupun mengajukan permintaan gencatan senjata.
Baca Juga
Mudik Nyaman Bersama TASPEN, Ribuan Pemudik Diberangkatkan ke Berbagai Kota Tujuan
Sean Penn Absen di Oscar Demi Temui Presiden Zelenskyy di Ukraina
Kakorlantas Prepares National One Way at Peak of Mudik Flow on March 18, 2026
“Namun, perang ini harus berakhir dengan cara yang membuatnya tidak berlanjut lagi dan musuh-musuh tidak berpikir untuk melakukan agresi kembali. Hingga saat ini mereka telah mendapatkan pelajaran yang baik,” kata Araqchi.
Araqchi mengatakan bahwa AS dan Israel kini menyadari betapa besar bangsa yang mereka hadapi. Dia juga menegaskan bahwa Iran tidak ragu untuk membela diri dan akan melanjutkan perang selama diperlukan.
/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%} .rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menambahkan bahwa para agresor telah meminta bantuan pihak lain untuk menjamin keamanan Selat Hormuz setelah 15 hari perang melawan Iran dan mereka mendorong agar selat tersebut tetap terbuka.