Seruan Hamas kepada Iran terkait Risiko Eskalasi Perang bagi Timur Tengah

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Di tengah meningkatnya konflik militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, kelompok Palestina Hamas menyampaikan seruan yang tidak biasa kepada Teheran. Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Reuters pada 14 Maret 2026, Hamas meminta Iran untuk tidak menargetkan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk, meskipun tetap menegaskan bahwa Iran memiliki hak untuk membela diri atas serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut muncul ketika perang regional yang lebih luas mulai terbentuk sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer dan strategis Iran dan memicu gelombang serangan balasan dari Teheran terhadap target-target di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat serta infrastruktur energi di negara-negara Teluk.

Himbauan sekaligus Pengakuan akan Hak untuk Membalas Serangan

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyatakan bahwa Iran memiliki hak untuk merespons agresi tersebut “dengan semua cara yang tersedia sesuai norma hukum internasional.” Namun pada saat yang sama, organisasi tersebut mengingatkan bahwa serangan terhadap negara-negara tetangga justru dapat memperluas konflik dan memperparah ketidakstabilan regional. Oleh karena itu, Hamas menyerukan agar Iran menghindari penargetan negara-negara Teluk yang tidak secara langsung terlibat dalam konflik tersebut (Reuters).

Seruan tersebut mencerminkan posisi yang relatif kompleks bagi Hamas. The Washington Post mencatat, kelompok tersebut selama bertahun-tahun memiliki hubungan politik dan militer yang erat dengan Iran, yang menjadi salah satu pendukung utama kelompok-kelompok perlawanan terhadap Israel. Di sisi lain, banyak negara Arab Teluk juga menjadi lokasi diaspora Palestina dan sumber dukungan politik serta ekonomi bagi isu Palestina. Karena itu, memperluas konflik ke wilayah negara-negara Teluk berisiko merusak dukungan regional yang selama ini menjadi penting bagi perjuangan Palestina.

Eskalasi konflik yang sedang berlangsung memang menunjukkan tanda-tanda meluas. Sejak akhir Februari, Iran telah meluncurkan ratusan rudal balistik, drone, dan misil jelajah ke berbagai target di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab. Menurut data kementerian pertahanan UEA, hingga pertengahan Maret 2026 serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai lebih dari 130 orang, sebagian besar akibat serpihan dari sistem pertahanan udara yang mencegat proyektil tersebut.

Selain itu, serangan Iran juga dilaporkan terjadi di Bahrain dan Oman, yang menargetkan fasilitas militer maupun infrastruktur pelabuhan. Di Bahrain, misalnya, serangan drone dan rudal dilaporkan melukai puluhan orang dan merusak fasilitas yang terkait dengan pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat. Sementara itu di Oman, serangan drone terhadap pelabuhan dan kapal tanker minyak menyebabkan beberapa korban jiwa serta kerusakan pada fasilitas industri maritim.

Dampak Serangan Balasan Iran yang Menyasar Negara Teluk: Keuntungan bagi Amerika dan Israel?

Perluasan konflik tersebut juga membawa dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global. Ketegangan di Selat Hormuz—jalur vital yang menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak dunia—menyebabkan gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker dan lonjakan biaya asuransi maritim. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa premi asuransi untuk kapal yang melewati jalur tersebut melonjak hingga beberapa kali lipat hanya dalam hitungan hari setelah konflik meningkat. Dalam konteks inilah seruan Hamas kepada Iran dapat dipahami sebagai upaya untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. Jika Iran merespons serangan Amerika Serikat dan Israel dengan serangan yang dianggap membabi buta terhadap negara-negara tetangga, hal tersebut berpotensi memperkuat casus belli bagi Washington dan Tel Aviv untuk memperluas operasi militer mereka terhadap Iran.

Secara historis, perluasan konflik ke negara-negara Teluk juga hampir selalu berujung pada intervensi militer internasional yang lebih besar. Banyak negara Teluk menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat, sehingga setiap serangan terhadap wilayah mereka dengan mudah dapat diposisikan sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan strategis Washington. Hal ini pada akhirnya dapat mengubah konflik yang semula bersifat bilateral atau terbatas menjadi konfrontasi regional bahkan global. Di sisi lain, Al Jazeera mencatat bahwa Hamas juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera menghentikan perang yang sedang berlangsung dan mendorong solusi diplomatik. Bagi kelompok tersebut, eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi mengalihkan perhatian dunia dari krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza sejak perang besar pecah pada 2023.

Dapat dilihat bahwa nseruan Hamas kepada Iran bukan sekadar pernyataan politik biasa, melainkan refleksi dari kekhawatiran yang lebih luas tentang masa depan stabilitas Timur Tengah. Dalam situasi geopolitik yang sangat rapuh, setiap keputusan militer yang tidak terukur dapat memperluas konflik dan memberikan legitimasi baru bagi kekuatan besar untuk meningkatkan intervensinya di kawasan. Jika eskalasi ini terus berlanjut tanpa jalur diplomasi yang jelas, Timur Tengah berisiko memasuki fase konflik yang lebih luas—dengan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh negara-negara kawasan, tetapi juga oleh ekonomi dan keamanan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Prediksi Gelombang 2,3 Meter saat Puncak Arus Mudik, Polda Kepri Keluarkan Imbauan
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perebutan Selat Hormuz Menjadi Palagan Menentukan
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Panduan Keselamatan Berkendara saat Mudik Bersama Anak dari IDAI
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Panggil 19 Pemain untuk ASEAN Futsal Cup 2026, Hector Souto Ungkap Fokusnya
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
MUI Imbau Umat Tunggu Sidang Isbat di Tengah Potensi Perbedaan Lebaran
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.