Dwi Soetjipto Minta Publik Tetap Tenang Hadapi Isu Pasokan BBM

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta

Di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, masyarakat diimbau untuk tidak terpancing kekhawatiran berlebihan terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Founder DS Research Center, Dwi Soetjipto, memastikan bahwa kondisi pasokan energi nasional hingga kini masih terjaga.

Menurutnya, distribusi BBM kepada masyarakat berjalan normal dan belum terdampak langsung oleh situasi global, termasuk perkembangan di kawasan Selat Hormuz yang kerap menjadi perhatian dunia.

“Untuk saat ini masyarakat tidak perlu cemas. Pasokan BBM tetap berjalan normal sehingga tidak perlu terjadi panic buying,” ujarnya dalam acara berbuka puasa bersama tim DS Research Center di Jakarta.

Dwi menyoroti kesalahpahaman yang kerap muncul terkait informasi cadangan BBM nasional selama 21 hari. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah cadangan strategis, melainkan cadangan operasional yang digunakan dalam sistem distribusi harian.

“Perlu dipahami bahwa angka 21 hari tersebut adalah cadangan operasional yang digunakan dalam sistem distribusi energi sehari-hari, bukan cadangan strategis energi nasional,” jelas Dwi.

Cadangan operasional tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari mekanisme PT Pertamina (Persero) untuk menjaga stabilitas pasokan kepada masyarakat. Selama proses produksi dan rantai suplai, termasuk impor, tidak mengalami gangguan, maka kebutuhan energi nasional tetap dapat terpenuhi.

“Cadangan operasional adalah cadangan yang dibutuhkan Pertamina untuk menjamin keamanan pasokan kepada konsumen. Jadi selama tidak ada gangguan pada produksi dan rantai suplai, pasokan BBM kepada masyarakat mestinya aman,” kata mantan Dirut Pertamina Periode 2014-2017 itu.

Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang transparan kepada publik. Menurutnya, pembaruan kondisi energi secara berkala akan membantu menjaga stabilitas psikologis masyarakat di tengah berbagai isu global.

“Oleh karena itu diharapkan Pertamina dapat terus memberikan update kepada publik mengenai kondisi produksi dan rantai suplai energi nasional,” tambahnya.

Terkait kondisi internasional, Dwi menjelaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia yang berpengaruh terhadap harga minyak global. Namun demikian, ia menilai dampaknya terhadap Indonesia masih dalam tahap pemantauan.

“Untuk Indonesia, dampaknya masih dalam tahap waspada dan wait and see sambil terus memantau perkembangan global,” jelasnya.

Ia pun optimistis pemerintah bersama Pertamina telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan gangguan rantai pasok global.

“Jika terjadi gangguan rantai suplai dari Selat Hormuz, kami yakin Pertamina dan pemerintah memiliki berbagai solusi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional,” ujarnya.

Lebih jauh, Dwi menilai kondisi ini menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ketahanan energi. Implementasi kebijakan seperti Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dinilai harus terus didorong secara konsisten.

Sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat di antaranya peningkatan eksplorasi energi domestik, pengembangan kapasitas kilang, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran cadangan energi strategis nasional sebagai bentuk perlindungan jangka panjang terhadap potensi krisis energi global.

“Untuk jangka panjang akan lebih aman apabila negara memiliki cadangan strategis nasional yang kuat sehingga ketahanan energi kita semakin terjaga,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dwi kembali mengingatkan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas sekaligus memperkuat sistem energi nasional agar lebih tangguh di masa mendatang.

“Tujuan kita sama, yakni membangun sistem energi nasional yang kokoh, berkelanjutan, dan tangguh untuk 10 hingga 15 tahun ke depan,” tutupnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal KM Citra terbakar di Selayar dua korban meninggal 
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Perkuat Kualitas Ibadah, 500 Imam Masjid di Makassar Ikuti Coaching Clinic
• 8 menit laluharianfajar
thumb
Rekrutmen CASN 2026 Belum Diputuskan, Pemerintah Masih Hitung Kebutuhan dan Kekuatan Fiskal
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
100 Tahun Revolusi Roket: Mengenang Robert Goddard dan Peran Tak Terduga Sang Istri
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anti Ribet! Begini Persiapan Mudik Lebaran ala teman kumparan
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.