Data Intelijen yang Usang Penyebab Serangan AS ke Sekolah Putri di Iran

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Data intelijen yang telah usang diduga memicu serangan ke sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan pada 28 Februari lalu yang menewaskan 170 anak. Atas peristiwa itu Amerika Serikat (AS) meningkatkan investigasinya.

Menurut laporan Reuters pada Sabtu (14/3), data intelijen lama itu diduga dipakai militer AS saat menentukan target serangan di Kota Minab.

Sekolah yang terkena serangan adalah Shajareh Tayyebeh School. Temuan awal investigasi internal militer AS menunjukkan data penargetan yang digunakan kemungkinan tidak membedakan antara bangunan sekolah dengan fasilitas militer Iran yang berada di dekatnya.

Akibatnya, rudal diduga menghantam area sekolah. Analisis video dan bukti lain juga menunjukkan lokasi tersebut kemungkinan terkena rudal jelajah Tomahawk, senjata presisi berkekuatan tinggi yang dimiliki oleh sedikit negara, termasuk AS.

Sejumlah media AS yang dirangkum The Guardian melaporkan perencana militer diduga menggunakan koordinat target dari data lama milik Defense Intelligence Agency.

Data itu merujuk pada bangunan yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari kompleks militer Iran.

Namun, citra satelit menunjukkan bangunan itu sudah lama tidak lagi terkait dengan fasilitas militer. Dalam beberapa tahun terakhir, lokasi tersebut justru berfungsi sebagai sekolah, dengan area bermain dan mural berwarna yang terlihat jelas di dindingnya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menolak berkomentar atas temuan itu dan mengatakan investigasi lanjutan akan dipimpin oleh pejabat militer senior dari luar Pusat Komando (CENTCOM).

“Kami tidak akan membiarkan laporan media memaksa kami menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon.

Ia menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

“Penyelidikan komando ini akan berlangsung selama yang dibutuhkan untuk menjawab semua hal yang berkaitan dengan insiden ini,” ujarnya.

Jika keterlibatan AS terbukti, insiden tersebut dapat menjadi salah satu tragedi kematian warga sipil terbesar dalam beberapa dekade operasi militer AS di Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warisan Yunani Kuno dan Tantangan Berpikir Kritis di Era Informasi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
5 Tips Mudik Bersama Hewan Peliharaan agar Tetap Aman dan Nyaman
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Akui Sulit Ikuti Jejak Sang Paman di Panggung Eropa, Keponakan Van Bronckhorst Tertarik Bela Timnas Indonesia
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Tasyakuran dan Bukber Haerani Rasyid di Hotel Claro
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Hamas Diam-diam Bertemu Board of Peace, Bahas Langkah Ini
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.