IHSG Dibuka Menguat ke 7.074, Pasar Tunggu Keputusan The Fed dan BI

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/3/2026) pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral, baik domestik maupun mancanegara. IHSG dibuka menguat 52,32 poin atau 0,75 persen ke posisi 7.074,61. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,99 poin atau 0,98 persen ke posisi 720,72.

"Menjelang libur panjang, diperkirakan investor cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.900-7.150," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga
  • Tradisi Andilan Kebo Kembali Digelar, Warisan Gotong Royong Orang Betawi
  • Siapkan Realokasi Anggaran, Purbaya Ungkap Program MBG Masih Punya Ruang Efisiensi
  • Hadapi Investigasi Dagang dari AS, Airlangga Fokus Isu Kapasitas Produksi dan Kerja Paksa

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan keputusan bank sentral di berbagai negara pada pekan ini, termasuk bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang dijadwalkan rilis pada Rabu (18/03).

Kebijakan kali ini akan menjadi kesempatan pertama bagi para bank sentral untuk bereaksi terhadap eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran, yang telah memasuki pekan ketiga.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di sisi lain, pergerakan harga minyak mentah global masih menjadi perhatian pelaku pasar, seiring ditutupnya Selat Hormuz yang menghambat aliran energi dan mengancam perekonomian dunia.

Meskipun AS telah berupaya meredakan kekhawatiran pasokan, termasuk melalui pelonggaran beberapa sanksi terhadap minyak Rusia, namun, harga minyak mentah terus meningkat.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meminta beberapa negara untuk membantu AS membuka kembali Selat Hormuz, namun sebagian negara menunjukkan keengganan untuk memberikan bantuan.

Di sisi lain, Trump mengatakan rencana perjalanannya ke China pada akhir Maret 2026 dapat ditunda, karena AS berupaya menekan China untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Sebut Belum Perlu Hujan Buatan Meski Jakarta Terasa Lebih Panas
• 42 menit lalukumparan.com
thumb
TVRI Daerah Siap Sambut Siaran FIFA World Cup 2026, Infrastruktur Penyiaran Diperkuat Hingga Pelosok
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Brimob Jaga Ketat Olah TKP Masjid di Jember yang Diguncang Ledakan
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Arus Kendaraan di Tol Cisumdawu Mulai Meningkat
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
11 Pemudik Pingsan saat Antre di Pelabuhan Gilimanuk, Cuaca Panas dan Dehidrasi Diduga Jadi Pemicu
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.