Hashim Djojohadikusumo Sebut Program 3 Juta Rumah Jadi Strategi Tekan Stunting dan TBC

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo menyatakan pembangunan 3 juta rumah tidak hanya bertujuan menyediakan hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menekan angka stunting dan tuberkulosis.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pencanangan pembangunan hunian dalam rangka mendukung program 3 juta rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa lingkungan permukiman yang tidak sehat dapat memicu berbagai masalah kesehatan, khususnya pada anak-anak.

Hashim Djojohadikusumo mengatakan "Ibu-ibu yang belum punya rumah, anak-anak yang belum punya hunian layak. Kita sudah tahu bahwa lingkungan yang tidak sehat itu menyebabkan stunting. Kenapa? Karena kesehatan anak-anak terganggu".

Menurutnya, masih banyak keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah layak sehingga anak-anak tumbuh di lingkungan yang kurang sehat.

Kondisi lingkungan permukiman yang padat dan tidak sehat dinilai dapat meningkatkan risiko stunting pada anak-anak.

Hunian Tidak Layak Picu Risiko Penyakit

Selain stunting, Hashim juga menyoroti tingginya kasus tuberkulosis atau TBC di Indonesia yang berkaitan dengan kondisi hunian yang tidak memadai.

Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat prevalensi TBC yang tinggi di dunia.

Hashim Djojohadikusumo mengatakan "Kita sudah tahu di Indonesia ini kita negara Indonesia nomor dua terjelek dalam bidang kesehatan terutama TBC. Dari segi prevalensi TBC, tuberculosis itu penyakit paru-paru. Itu diakibatkan apa? Diakibatkan perumahan yang berdekatan di tempat kumuh".

Ia menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi kedua dunia dalam hal prevalensi TBC setelah India.

Penyakit TBC banyak ditemukan di kawasan permukiman padat dan kumuh yang memiliki sanitasi buruk serta ventilasi yang tidak memadai.

Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih rentan terkena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui perbaikan kualitas lingkungan tempat tinggal.

Pembangunan Rumah Layak Dinilai Tingkatkan Kesehatan Publik

Hashim menilai pembangunan rumah layak huni merupakan salah satu upaya penting untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekaligus meningkatkan kesehatan publik.

Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian yang sehat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Habiburokhman: Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Bentuk Perlawanan terhadap Komitmen Prabowo pada HAM
• 19 jam laludisway.id
thumb
RSCM Ungkap Andrie Yunus Alami Penurunan Penglihatan dan Kerusakan Kornea Mata Sebelah Kanan 
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Siap-Siap Libur Panjang! SKB 3 Menteri Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Laba Melonjak 31,6% di 2025, Intip Sumber Kinerja Vale Indonesia (INCO)
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Australia dan Jepang Tak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Meski Diminta Trump
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.