JAKARTA, KOMPAS.com - Partai-partai yang lolos ke Senayan angkat bicara perihal Presiden RI Prabowo Subianto yang mewacanakan pemotongan gaji bagi para menteri dan anggota DPR.
Sebab, Prabowo baru-baru ini mengungkit negara lain yang mulai melakukan penghematan di tengah krisis global imbas perang Timur Tengah.
Misalnya, seperti memotong gaji pejabat, menghemat BBM, menerapkan WFH, hingga menyetop belanja negara yang tidak mendesak.
Baca juga: Soal Pemotongan Gaji, Negara Diminta Lebih Dulu Menahan Diri Sebelum Minta Rakyat Berkorban
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR. Dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan, lemah," ujar Prabowo, dalam Sidang Kabinet di Istana, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Lantas, apakah partai-partai setuju jika kader mereka yang tengah menjabat gajinya dipotong?
1. Golkar
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan, kader Golkar yang menjabat sebagai menteri maupun anggota DPR siap menerima pemotongan gaji jika negara memang membutuhkan langkah tersebut.
Sarmuji mengatakan, kesediaan itu merupakan bentuk kepekaan terhadap kondisi negara sekaligus kesiapan untuk menyesuaikan diri apabila pemerintah mengambil kebijakan penghematan.
“Jika negara membutuhkan (menteri dan anggota DPR Golkar) kami siap dipotong gaji. Ini adalah sebuah ikhtiar simbolis bahwa kita peka terhadap keadaan dan siap menyesuaikan diri,” kata Sarmuji, kepada Kompas.com, Senin (16/3/2026).
Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu menilai, pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario kebijakan, untuk menghadapi situasi global yang tidak menentu.
Menurut dia, langkah tersebut penting agar pemerintah dapat menentukan kebijakan yang paling tepat jika tekanan ekonomi global berdampak pada kondisi dalam negeri.