Hashim Sebut Lahan BUMN Milik Rakyat, Tidak Boleh Dijual dengan Harga Pasar

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto disebut tidak menginginkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijual di harga pasar.

Presiden Prabowo Subianto disebut tidak menginginkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijual di harga pasar. (Foto: Ist)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto disebut tidak menginginkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijual di harga pasar. Lahan BUMN seharusnya digunakan untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan, lahan BUMN merupakan milik negara. Oleh karena itu, aset negara tersebut harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, termasuk untuk program perumahan.

Baca Juga:
Ketika Hashim Djojohadikusumo Ditanya Prabowo Alasan Pembangunan Perumahan Lambat

“Pak Prabowo sudah katakan beberapa kali bahwa tanah milik BUMN adalah tanah milik rakyat Indonesia, sehingga tanah itu tidak boleh dijual dengan harga pasar. Itu haram. Itu khusus untuk subsidi rakyat, untuk perumahan,” ujar Hashim dalam Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).

Menurutnya, arahan tersebut muncul karena adanya kecenderungan sejumlah pihak yang ingin mengambil keuntungan dari nilai komersial tanah milik negara. Jika tanah BUMN dijual mengikuti harga pasar, kata dia, maka tujuan negara untuk menghadirkan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin sulit tercapai.

Baca Juga:
Lahan di Depok Milik RRI dan Komdigi Bakal Disulap Jadi Perumahan MBR

Hashim menilai, program perumahan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menghadirkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan program perumahan ini, kita bisa mendorong bahkan mencapai laju pertumbuhan ekonomi 8 persen atau lebih,” katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan perumahan memiliki efek berganda yang sangat besar terhadap perekonomian. Banyak sektor industri akan ikut bergerak seiring dengan meningkatnya pembangunan rumah bagi masyarakat.

“Anak-anak yang belajar makroekonomi pun tahu bahwa begitu banyak sektor akan bergerak. Semen, mebel, kabel listrik, besi, kayu, semuanya saling terkait,” ujarnya.

Kendati demikian, Hashim juga mengingatkan agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas. Dia meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan mutu bangunan benar-benar terjaga agar masyarakat tidak kecewa.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
inDrive Bukukan Pendapatan Bersih Rp10,2 Triliun Pada 2025, Naik 31 Persen Secara Tahunan
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Sehari Sebelum Wafat, Vidi Aldiano Sempat Sumbangkan Sound System untuk Masjid
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Subianto Menghimbau Menteri Tetap Gelar Open House Sederhana Demi Perputaran Ekonomi
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kualitas Udara Tangsel, Bandung, Surabaya Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Sita Ponsel Berisi Percakapan Pengumpulan Uang dalam Kasus Dugaan Pemerasan THR di Pemkab Cilacap
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.