Presiden Prabowo Subianto disebut tidak menginginkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijual di harga pasar.
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto disebut tidak menginginkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijual di harga pasar. Lahan BUMN seharusnya digunakan untuk mendukung program prioritas pemerintah.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan, lahan BUMN merupakan milik negara. Oleh karena itu, aset negara tersebut harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, termasuk untuk program perumahan.
“Pak Prabowo sudah katakan beberapa kali bahwa tanah milik BUMN adalah tanah milik rakyat Indonesia, sehingga tanah itu tidak boleh dijual dengan harga pasar. Itu haram. Itu khusus untuk subsidi rakyat, untuk perumahan,” ujar Hashim dalam Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).
Menurutnya, arahan tersebut muncul karena adanya kecenderungan sejumlah pihak yang ingin mengambil keuntungan dari nilai komersial tanah milik negara. Jika tanah BUMN dijual mengikuti harga pasar, kata dia, maka tujuan negara untuk menghadirkan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin sulit tercapai.
Hashim menilai, program perumahan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menghadirkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan program perumahan ini, kita bisa mendorong bahkan mencapai laju pertumbuhan ekonomi 8 persen atau lebih,” katanya.
Dia menjelaskan, pembangunan perumahan memiliki efek berganda yang sangat besar terhadap perekonomian. Banyak sektor industri akan ikut bergerak seiring dengan meningkatnya pembangunan rumah bagi masyarakat.
“Anak-anak yang belajar makroekonomi pun tahu bahwa begitu banyak sektor akan bergerak. Semen, mebel, kabel listrik, besi, kayu, semuanya saling terkait,” ujarnya.
Kendati demikian, Hashim juga mengingatkan agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas. Dia meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan mutu bangunan benar-benar terjaga agar masyarakat tidak kecewa.
(Rahmat Fiansyah)





