Aksi Damai Gerakan Masyarakat Cinta Babel Soroti Dugaan Premanisme yang Ganggu Iklim Investasi

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jabar.jpnn.com, BOGOR - Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cinta Babel menggelar aksi damai untuk merespons situasi iklim investasi di Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai tengah menghadapi kondisi darurat.

Aksi tersebut berlangsung di Taman Ayodya, Kota Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia pada Sabtu (14/3).

BACA JUGA: Menjelang Mudik Lebaran, Wamen ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG di Jabar Aman

Dalam aksi tersebut, perwakilan pengusaha lokal menyampaikan kekhawatiran terhadap berbagai praktik yang dinilai menghambat kegiatan usaha, khususnya di sektor pengelolaan komoditas mineral ikutan oleh pelaku usaha lokal.

Koordinator Paguyuban Pengusaha Mineral Lokal Bangka, Imam, mengatakan bahwa sejumlah pengusaha lokal menghadapi tekanan yang diduga berasal dari oknum yang mengatasnamakan lembaga tertentu, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM), satuan tugas (satgas), hingga pihak yang disebut sebagai wartawan tidak resmi.

BACA JUGA: Wamenaker Afriansyah Noor Lepas 295 Pekerja Peserta Program Mudik Gratis 2026

Menurutnya, tindakan tersebut kerap dilakukan dengan dalih pengawasan atau inspeksi mendadak, namun tidak disertai dasar hukum yang jelas.

“Dengan dalih inspeksi mendadak tanpa dasar hukum yang jelas, tanpa surat perintah dan tanpa surat tugas, oknum petugas kerap melakukan penindakan secara sewenang-wenang tanpa aturan hukum yang jelas,” ujar Imam dalam orasinya.

BACA JUGA: Dishub Cianjur Batasi Operasional 14 Trayek Angkutan di Terminal Cipanas Selama Mudik Lebaran

Ia juga menuding adanya tindakan penyitaan sepihak yang dinilai merampas hak masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

Imam menegaskan bahwa para pengusaha lokal pada prinsipnya siap menjalankan usaha sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun, ia menilai praktik yang diduga berupa intimidasi dan pemerasan tersebut justru menghambat perkembangan industri lokal.

“Kami bukan penjahat negara. Kami adalah penggerak ekonomi daerah yang siap taat aturan. Namun yang kami hadapi saat ini adalah tekanan dari oknum-oknum yang menggunakan kedok penyelamatan lingkungan, padahal praktiknya memeras dan menghambat industri lokal,” kata dia.

Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan praktik premanisme yang meresahkan pelaku usaha di daerah tersebut.

Gerakan Masyarakat Cinta Babel juga meminta pemerintah dan aparat terkait melakukan audit serta evaluasi terhadap tindakan yang dinilai sewenang-wenang di lapangan.

“Kami menuntut adanya audit ketat terhadap tindakan oknum di lapangan yang telah membuat pengusaha lokal dan masyarakat penambang mineral ikutan merasa resah,” ujar Imam.

Selain itu, massa aksi meminta adanya perlindungan dan kepastian hukum bagi pelaku usaha lokal agar aktivitas ekonomi dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Menurut mereka, apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat berdampak pada melemahnya perekonomian daerah yang selama ini ditopang oleh sektor mineral.

Gerakan Masyarakat Cinta Babel menegaskan harapannya agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut demi menjaga stabilitas ekonomi di Bangka Belitung. (mar7/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Mudik Diprediksi 18 Maret, Korlantas Polri Bakal Terapkan One Way Nasional
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pantauan Udara Ungkap Antrean Pemudik di Gilimanuk Masih Panjang
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Syuting Film Jangan Buang Ibu saat Hamil Muda
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Cak Imin Usul ASN WFH Saja Biar Hemat Energi, DPR: Instansi atau Kementerian Mana Saja?
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BSKDN Kembangkan Instrumen Ukur Kinerja Pemda dalam Upaya Penurunan Pengangguran
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.