Liputan6.com, Jakarta - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti jutaan masyarakat. Namun bagi para pemudik yang melintasi Pulau Sumatra, perjalanan tidak selalu mulus. Sejumlah ruas jalan masih mengalami kerusakan, sementara beberapa titik lain dikenal rawan tindak kriminal, terutama pada malam hari.
Karena itu, pemudik yang menggunakan jalur darat di Sumatra disarankan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan rute perjalanan agar tetap aman dan nyaman hingga tujuan.
Advertisement
Salah satu jalur yang kerap dikeluhkan pengendara adalah ruas jalan di wilayah Sumatra Selatan menuju perbatasan Jambi. Beberapa titik jalan di kawasan ini dilaporkan berlubang dan bergelombang akibat tingginya lalu lintas kendaraan berat. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara, khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Selain itu, jalur lintas tengah Sumatra yang melewati wilayah hutan di perbatasan provinsi juga dikenal minim penerangan. Pada malam hari, kondisi jalan yang sepi membuat pengendara rentan mengalami gangguan keamanan seperti pencurian atau pemalakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Di wilayah Lampung, beberapa ruas jalan alternatif menuju pelabuhan juga kerap mengalami kemacetan panjang saat arus mudik. Jalur yang sempit serta padatnya kendaraan membuat perjalanan menjadi lambat dan berisiko memicu kecelakaan.
Sementara itu di Sumatra Barat, jalur pegunungan dengan banyak tikungan tajam juga perlu diwaspadai. Kondisi jalan yang menanjak dan menurun tajam dapat menyulitkan pengendara yang tidak terbiasa melintasi medan tersebut, terlebih saat cuaca hujan.




