PELATIH Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa timnya harus tampil tanpa celah saat menjamu raksasa Spanyol, Real Madrid, pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/3) dini hari WIB.
Bertanding di Stadion Etihad, Guardiola menyadari bahwa hanya "permainan sempurna" yang mampu menyelamatkan nasib The Citizens di kompetisi tertinggi Eropa tersebut.
Manchester City kini berada di ujung tanduk setelah menelan kekalahan telak 0-3 pada pertemuan pertama di kandang Real Madrid.
Baca juga : Manchester City vs Real Madrid: Pep Guardiola Optimistis Bisa Balikkan Keadaan
Untuk bisa mengamankan tiket ke babak perempat final, Erling Haaland dan kolega mengemban misi berat: wajib menang dengan selisih minimal empat gol di hadapan pendukung sendiri.
Percaya pada Keajaiban Sepak BolaMeski menghadapi tembok besar, Guardiola menolak menyerah. Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan skuat asuhannya untuk membalikkan keadaan.
Menurutnya, dinamika dalam sepak bola selalu membuka ruang bagi kejutan-kejutan yang tak terduga.
Baca juga : Pep Guardiola Tegaskan Manchester City belum Menyerah Meski Tertinggal 0-3 dari Real Madrid
"Ini adalah pertandingan sepak bola dan banyak hal bisa terjadi. Olahraga ini telah mengajarkan kita bahwa banyak hal bisa terjadi dalam pertandingan sepak bola," ujar Guardiola sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Ia menginstruksikan para pemainnya untuk tetap tenang dan tidak terdistraksi oleh beban agregat yang besar. Fokus utama tim saat ini adalah memenangkan pertandingan terlebih dahulu, sebelum memikirkan kalkulasi angka untuk lolos ke fase berikutnya.
Membangun Momentum di KandangSatu tantangan besar yang diakui Guardiola adalah komposisi skuatnya saat ini. Mayoritas pemain Manchester City dihuni oleh wajah-wajah baru yang belum memiliki jam terbang tinggi di panggung sebesar Liga Champions.
Namun, mantan pelatih Barcelona itu justru melihat hal ini sebagai kesempatan emas bagi para pemain muda untuk menempa mentalitas mereka.
Bagi Guardiola, dukungan publik Etihad akan menjadi faktor kunci untuk menekan lawan sejak menit awal. Ia berharap atmosfer stadion mampu membakar semangat para pemain berbakatnya untuk tampil solid, baik dalam menyerang maupun bertahan.
"Kami berada di sini dan di Etihad selalu kami dapat menciptakan momentum sebanyak mungkin dengan dukungan para pemain kami dan memainkan permainan yang baik untuk para pemain berbakat yang kami miliki dan bertahan dengan baik," tegas Guardiola.
Kini, beban sejarah ada di pundak Manchester City. Apakah mereka mampu menciptakan keajaiban di Manchester, ataukah sang raja Liga Champions, Real Madrid, yang akan melenggang mulus ke babak delapan besar? Jawabannya akan tersaji dalam duel hidup-mati di Stadion Etihad. (Ant/Z-1)





