BANDUNG BARAT, KOMPAS.TV - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons laporan antrean panjang masyarakat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai daerah.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menjelaskan, antrean tersebut terjadi akibat jeda pengiriman bahan bakar ketika stok di SPBU sempat habis sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.
“Ada reaksi kecemasan juga dari masyarakat. Itu yang kami antisipasi,” kata Yuliot usai meninjau Fuel Terminal Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (16/3).
Baca Juga: Bandara Internasional Dubai Ditutup Sementara Akibat Serangan Drone | SAPA MALAM
Ia menyampaikan pemerintah segera melakukan koordinasi intensif dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat distribusi bahan bakar.
“Begitu ada informasi antrean, kami langsung berkoordinasi dengan Kepala BPH Migas dan Ketua Posko Nasional ESDM untuk mempercepat pengiriman. Pertamina Patra Niaga juga segera menindaklanjuti sehingga di beberapa daerah bisa cepat tertangani,” terangnya seperti dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Truk Tangki Pertamina Tabrak Truk Gabah di Tol Tangerang–Merak: Sopir Terluka, Macet 2Km
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, cadangan energi nasional saat ini berada di atas batas minimal yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insya Allah aman,” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Bahlil menjelaskan, untuk bensin RON 90 atau Pertalite yang merupakan BBM subsidi, cadangan nasional saat ini mencapai sekitar 24,39 hari.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- antrean bbm spbu
- wamen esdm yuliot
- spbu pertamina
- stok pertalite
- stok bbm





