Golkar Respons Usulan PNS WFH, Ingatkan Pelayanan Publik Tak Terbengkalai

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Waketum Golkar sekaligus anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, menanggapi usulan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin agar PNS bekerja dari rumah atau work from home (WFH) imbas konflik Timur Tengah. Doli menilai usulan tersebut perlu dipertimbangkan dengan matang.

"Secara umum, saya melihat usulan itu bagus saja. Intinya kan soal penghematan yang harus dilakukan dalam menghadapi kemungkinan potensi krisis ekonomi. Kita memang harus mulai mengantisipasi segala kemungkinan krisis yang akan terjadi," kata Doli kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Cak Imin Usul PNS WFH, NasDem Minta Pemerintah Hitung Dampak Hemat BBM

Meski begitu, Doli mengingatkan agar kebijakan WFH bagi PNS tak mengganggu pelayanan publik. Sebab, menurutnya, tugas PNS sangat erat dengan layanan kepada masyarakat.

"Namun untuk usul agar PNS untuk WFH perlu dipertimbangkan matang terlebih dahulu," ujarnya.

"Pertama, PNS erat kaitannya dengan pekerjaan pelayanan publik. Jangan sampai gara-gara penghematan yang tidak terukur, urusan melayani masyarakat jadi terbengkalai," sambungnya.

Doli mengatakan jika kebijakan WFH diterapkan, pemerintah perlu memetakan terlebih dahulu jenis pekerjaan dari tugas PNS yang memungkinkan dilakukan dari rumah.

"Kalaupun ada kebijakan WFH, harus dipetakan, cluster kerja PNS di bidang apa saja yang bisa diterapkan," ujarnya.

Selain itu, dia menilai pemerintah juga perlu menyiapkan sistem kerja yang jelas. Hal tersebut, kata dia, mencakup model penugasan, target atau capaian kerja, hingga mekanisme pelaporan, evaluasi, dan pengawasan.

"Kedua, harus dipersiapkan sistem kerjanya, mulai dari model penugasan, target/capaian, mekanisme pelaporan, evaluasi, dan pengawasannya," tuturnya.

Sebelumnya, Cak Imin mengusulkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH kepada PNS. Dia mengatakan hal itu dapat menjadi upaya ini efisiensi bahan bakar minyak (BBM) di tengah potensi dampak ekonomi perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah.

"Jakarta macet itu BBM yang terbuang, padahal BBM perang kalau tidak segera berhenti akan naik harganya. Nah, dengan cara apa? Dengan cara yang PNS WFH, membatasi yang bekerja. Tapi ini hanya usulan saya. Usulan saya sebagai wujud pengurangan BBM," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakpus, Minggu (15/3).

Cak Imin mengusulkan efisiensi penggunaan energi di gedung kantor. Dia memerintahkan kantor DPP PKB melakukan hal tersebut.

Baca juga: Cak Imin Usul PNS WFH demi Efisiensi BBM Antisipasi Dampak Perang di Timteng




(amw/whn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lebaran, Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp3.776,35 per Kg
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Kuliner Kereta Hadirkan Berbagai Sajian Menu Baru di Angleb 2026
• 16 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Harga Minyak Kembali Naik Usai Sekutu AS Tolak Operasi Militer di Selat Hormuz
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Komisi III DPR Gelar Rapat Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Desak Polri Tangkap Pelaku
• 22 jam laluokezone.com
thumb
3 Emiten Emas RI Tembus Indeks Dunia, Investor Global Langsung Antri?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.