EtIndonesia. Ketika pemerintah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, propaganda dari pihak Tiongkok sebelumnya menyebut bahwa kapal-kapal Tiongkok akan dibiarkan lewat. Namun baru-baru ini sebuah kapal kargo Tiongkok juga terkena serangan dan terbakar.
Para warganet pun menyindir dengan mengatakan: “Rudal Iran tidak mengenal Wu Jing.” (merujuk pada aktor film nasionalis Tiongkok Wu Jing, yang identik dengan propaganda patriotik).
Kapal Kargo Tiongkok Terkena Serpihan RudalMenurut laporan dari BBC dan Reuters, pada Kamis pagi (12 Maret) waktu setempat, kapal kargo Tiongkok Source Blessing terkena proyektil yang tidak diketahui asalnya.
Serangan terjadi sekitar 35 mil laut di utara Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, dekat Selat Hormuz.
Perusahaan pelayaran Hapag-Lloyd menyatakan bahwa kapal tersebut kemungkinan terkena serpihan rudal. Mereka juga mengatakan bahwa kebakaran kecil di kapal telah berhasil dipadamkan.
Kapal Disewa Berlapis-lapis oleh Perusahaan PelayaranLaporan menyebutkan bahwa kapal kontainer besar itu:
- dimiliki oleh perusahaan leasing dari Tiongkok
- terdaftar di Hong Kong
- disewakan kepada Hapag-Lloyd
- lalu kembali disewakan untuk digunakan oleh perusahaan pelayaran Denmark Maersk
Sebelum terkena serangan, kapal tersebut terus menyiarkan informasi melalui AIS (Automatic Identification System) seperti:
- “Tiongkok Owner” (Pemilik Tiongkok)
Tujuannya adalah menunjukkan keterkaitan dengan Tiongkok agar terhindar dari serangan Iran.
Data AIS juga menunjukkan kapal tersebut diberi label:
“All Chinese Crews” (Semua awak kapal adalah orang Tiongkok).
Namun langkah tersebut tetap tidak mampu mencegah kapal dari serangan.
Warganet Menyindir di Media SosialSetelah berita ini beredar di media sosial, banyak warganet memberikan komentar sinis, misalnya:
- “Iran kalau sudah gila, tidak membedakan kawan atau lawan.”
- “Mengebom kamu itu sekadar memberi peringatan kepada tuanmu yang pengecut.”
- “Iran seperti Houthi di Yaman, menembak secara sembarangan.”
- “Saya ingin melihat semboyan ‘meskipun jauh pasti dihukum’ benar-benar terjadi.”
Belakangan ini setidaknya 19 kapal dilaporkan diserang di sekitar Selat Hormuz. Akibatnya: banyak kapal kargo terjebak dan tidak berani melintas. Bahkan, hanya sebagian kecil kapal yang berani mengambil risiko untuk lewat
Hubungan Iran dan Tiongkok
Pemerintah Iran selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Partai Komunis Tiongkok.
Beberapa laporan menyebut bahwa kapal yang memiliki hubungan dengan Tiongkok biasanya menyiarkan identitas “Tiongkok Owner” saat melintasi Selat Hormuz untuk mencoba menghindari serangan Iran.
Namun kenyataannya tidak semua kapal berhasil lolos dengan aman.
Di tengah situasi tembakan dan serangan yang kacau, tidak ada jaminan komunikasi atau perlindungan yang benar-benar efektif.
Saat ini banyak kapal Tiongkok masih terjebak di Teluk Persia dan tidak berani mencoba melewati selat tersebut.
Awak Kapal Mengaku Hampir KelaparanPada 11 Maret, sehari sebelum kapal Source Blessing terkena serangan, beredar rekaman percakapan telepon antara penanggung jawab kapal kargo Tiongkok dengan rekan kerjanya di perusahaan.
Dalam rekaman itu, orang tersebut mengatakan bahwa mereka hampir kelaparan dan sedang mempertimbangkan menerobos Selat Hormuz dengan risiko besar.
Ia bahkan bertanya kepada rekannya: “Lebih aman lewat pada siang hari atau malam hari?” (hui)





