Ini Faktor Konsumen Tentukan Pilihan AMDK

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komitmen terhadap lingkungan semakin menjadi faktor penting bagi konsumen dalam memilih produk air minum dalam kemasan (AMDK). Survei terbaru menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan kini berperan besar dalam membentuk reputasi dan tingkat kepercayaan publik terhadap merek AMDK.

Laporan World Visualized bertajuk Indonesia’s Bottled Water Brands Face a Moment of Truth in 2025 mencatat konsumen menilai tanggung jawab lingkungan sebagai indikator penting dalam reputasi merek. Dalam kategori komitmen lingkungan, AQUA mencatat skor tertinggi sebesar 50,3 persen, unggul dibandingkan sejumlah merek lain di industri AMDK.

Sejumlah inisiatif keberlanjutan dinilai menjadi faktor yang memperkuat persepsi positif terhadap AQUA. Selain penggunaan galon guna ulang, perusahaan juga mengembangkan berbagai inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan, termasuk botol berbahan plastik daur ulang serta desain kemasan yang menggunakan plastik lebih ringan untuk mengurangi dampak lingkungan.

Laporan tersebut mencatat meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan turut mendorong perusahaan memperkuat praktik keberlanjutan, mulai dari pengelolaan sumber air, efisiensi proses produksi, hingga pengurangan dampak kemasan terhadap lingkungan.

Baca Juga :

Capai SDGs 2030, Air Minum Berkualitas Harus Berkelanjutan
 



(Konsumen menilai tanggung jawab lingkungan sebagai indikator penting dalam reputasi merek. Foto: Dok istimewa)

Kesadaran publik terhadap isu sampah plastik juga terus meningkat seiring bertambahnya volume sampah di berbagai tempat pembuangan akhir (TPA). Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat timbulan sampah nasional mencapai sekitar 36 juta ton pada 2024 dari 342 kabupaten/kota, dengan 19,59 persen diantaranya merupakan sampah plastik.

Sementara pada 2025, data sementara dari 249 kabupaten/kota menunjukkan timbulan sampah mencapai sekitar 25 juta ton, dengan 20,45 persen merupakan sampah plastik. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring proses penghitungan yang masih berjalan.

Kondisi tersebut mendorong pentingnya penggunaan kemasan yang lebih berkelanjutan, termasuk kemasan guna ulang. Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia Bisuk Abraham Sisungkunon mengatakan, penggunaan galon guna ulang memiliki manfaat ekologis yang signifikan dibandingkan kemasan sekali pakai.

“Penggunaan galon guna ulang dinilai jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan galon sekali pakai,” kata Bisuk dikutip Senin, 16 Maret 2026. Menekan sampah plastik Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga menunjukkan bahwa tanpa keberadaan galon guna ulang, tujuh dari sepuluh konsumen berpotensi beralih ke kemasan sekali pakai, yang dapat meningkatkan timbulan sampah plastik hingga 770 ribu ton per tahun.

Galon guna ulang dirancang untuk digunakan berkali-kali sehingga dapat menekan volume sampah plastik dan emisi karbon secara signifikan. Sebaliknya, galon sekali pakai langsung dibuang setelah digunakan sehingga berpotensi menambah beban sampah plastik di lingkungan.

Dalam skenario tanpa galon guna ulang, emisi sampah plastik bahkan diperkirakan dapat meningkat hingga 1,65 juta ton per tahun. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat target pemerintah menurunkan sampah plastik sebesar 30 persen pada 2025.

“Memakai galon guna ulang membantu mengurangi timbunan sampah plastik yang saat ini masih banyak tidak tertangani secara berkelanjutan. Sampah kerap dibakar, dikubur, dibuang ke air atau laut, maupun dibuang langsung ke tanah,” kata Bisuk.

Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa reputasi merek AMDK tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga sejauh mana perusahaan dinilai memiliki komitmen terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Survei melibatkan 1.094 responden pengguna internet berusia di atas 18 tahun di Indonesia dan dilakukan pada periode September hingga Oktober 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Tanah BUMN Milik Rakyat, Tidak Boleh Dijual dengan Harga Pasar
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Polri Siapkan One Way Lokal di Semarang Raya dan Solo, Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Analisis CCTV, Polisi: Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Berjumlah 4 Orang
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
K-Pop Demon Hunters 2 Disiapkan, Dunia Idol Pemburu Iblis Berlanjut
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Banyak Kasus Penipuan Jual-Beli Barang, Mendag Bakal Tinjau Ulang Aturan E-commerce
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.