Novel Baswedan soal Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Ini Terencana karena Ada Kode Eksekusi dari Pelaku

wartaekonomi.co.id
21 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai serangan penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus adalah tindakan yang terencana.

Novel menilai berdasarkan analisis awal terhadap rekaman CCTV dan pola kejadian di lokasi, serangan tersebut diduga merupakan tindakan terencana yang dilakukan secara terorganisir.

Andrie Yunus juga dikenal sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) selama ini aktif menyuarakan isu-isu hak asasi manusia dan kepentingan publik. 

"Penyiraman air keras yang diarahkan langsung ke wajah korban bukan sekadar tindak kekerasan biasa. Serangan tersebut dinilai berpotensi mengancam nyawa korban atau setidaknya menyebabkan cacat permanen," katanya.

Novel yang pernah menjadi korban penyiraman air keras menyebut cairan kimia berbahaya yang mengenai bagian wajah dapat menimbulkan dampak serius, termasuk gangguan pernapasan yang berisiko fatal.

Dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan secara terorganisir juga diperkuat oleh temuan dari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Analisis awal menunjukkan pelaku tidak hanya menggunakan satu kendaraan bermotor, tetapi diduga melibatkan lebih dari satu pihak yang berperan dalam penyerangan.

Selain itu, rekaman tersebut juga memperlihatkan adanya indikasi penggunaan tanda atau kode tertentu di lapangan yang diduga menjadi bagian dari koordinasi pelaku saat menjalankan aksinya.

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus berkaitan dengan aktivitas advokasinya sebagai pembela HAM, bukan persoalan pribadi.

Kasus ini pun menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa tersebut dan mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik serangan terhadap aktivis tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Sisir Area Tempat Wudu Pria Pascaledakan Masjid di Jember
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI Pastikan Kontingen Garuda di UNIFIL Aman dari Serangan Israel ke Lebanon
• 3 jam lalukompas.com
thumb
BNI (BBNI) Tambah Fasilitas Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Rp25,1 Triliun
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Mensesneg Pastikan Anggaran MBG hingga Kopdes Merah Putih Tak Dipangkas Meski Ada Efisiensi
• 26 menit laluidxchannel.com
thumb
Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Tim Advokasi Dorong Investigasi Independen
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.