Berencana Akuisisi Pabrik Mayne Pharma, PYFA Bidik Dana Segar Lewat Rights Issue

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dalam rencana tersebut, perseroan akan menerbitkan sebanyak 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Berencana Akuisisi Pabrik Mayne Pharma, PYFA Bidik Dana Segar Lewat Rights Issue (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) kembali menyiapkan rights issue tahap II untuk mengakuisisi pabrik Mayne Pharma di Salisbury, Australia Selatan.

Dalam rencana tersebut, perseroan akan menerbitkan sebanyak 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Baca Juga:
PYFA Dirumorkan Tertarik Akuisisi Pabrik Mayne Pharma di Australia, Saham Melonjak 12 Persen

Bersamaan dengan pelaksanaan PMHMETD II, perseroan juga berencana menerbitkan waran yang akan menyertai saham hasil pelaksanaan rights issue tersebut. 

Jumlah waran yang akan diterbitkan maksimal 35 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Baca Juga:
Melonjak 77,3 Persen, Pyridam Farma (PYFA) Raup Pendapatan Berjalan Rp2,06 Triliun

Manajemen menyebutkan, harga pelaksanaan PMHMETD II akan ditentukan kemudian, termasuk harga final serta jumlah final saham yang akan diterbitkan.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung rencana akuisisi serta memperkuat struktur permodalan perseroan. 

Baca Juga:
Investor, Kenali Profil Saham PYFA Emiten Sektor Farmasi di BEI

Selain itu, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk kebutuhan modal kerja, belanja modal, serta berbagai kebutuhan pendanaan lain yang terkait dengan kegiatan operasional dan ekspansi bisnis.

“Penambahan modal dari hasil PMHMETD II akan memperkuat struktur dan kapasitas permodalan serta meningkatkan kemampuan perseroan dalam kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan,” tulis manajemen dalam prospektus Senin (16/3/2026).

Adapun rencana PMHMETD II tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.

Sebagai informasi, PYFA dirumorkan tertarik mengakuisisi pabrik Mayne Pharma untuk  memperluas jejak bisnisnya di pasar Negeri Kanguru tersebut.

Produsen farmasi asal Indonesia ini sebelumnya telah memperluas kehadirannya di Australia melalui akuisisi Probiotic, perusahaan manufaktur dan distributor produk resep serta obat bebas di Victoria, senilai USD251 juta pada tahun lalu.

Sejumlah firma ekuitas swasta (private equity) Australia, termasuk Genesis Capital dan Anchorage Capital Partners, juga disebut tengah meninjau peluang serupa.

Nilai lahan di pabrik Mayne menjadi salah satu daya tarik utama, diperkirakan mencapai sekitar separuh dari total valuasi aset yang ditawarkan.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Buku Acak Soul Reflection, dari Best Seller Nasional hingga Frankfurt
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kesal 3 Hari Antre, Sopir Parkir Truk Halangi Akses ke Kapal di Pelabuhan BBJ
• 20 jam laludetik.com
thumb
Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Bakal Panggil Polri dan Kontras Terkait Kasus Air Keras Andrie Yunus
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Link CCTV Jalan Tol Mudik Lebaran 2026, Ini Cara Ceknya
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.