Siasat Pemudik Motor: Berangkat Malam Lewat Kalimalang Agar Tak Kepanasan dan Tetap Puasa

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pemudik sepeda motor mulai memadati Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi pada Senin (16/3/2026) malam.
  • Jalur tersebut merupakan akses utama bagi pemudik dari Jakarta menuju kawasan Pantura dengan barang bawaan berlebih.
  • Pemudik memilih berangkat malam hari untuk menghindari panas serta menjaga kelancaran ibadah puasa mereka.

Suara.com - Sejumlah pemudik sepeda motor mulai memadati ruas Jalan KH Noer Ali di Kalimalang, Kota Bekasi, pada Senin (16/3/2026) malam.

Arus lalu lintas di Simpang BCP tampak mulai dipadati oleh mereka yang hendak pulang ke kampung halaman lebih awal.

Jalur legendaris ini memang merupakan akses utama bagi para pemudik dari arah Jakarta yang hendak menuju kawasan Pantura.

Fenomena khas pemudik roda dua pun mulai terlihat dari banyaknya pengendara yang membawa barang bawaan dengan kapasitas berlebih.

Beberapa pengendara tampak memasang bilah kayu tambahan di bagian belakang motor untuk menampung tas dan kardus milik mereka.

Pilihan menempuh perjalanan pada malam hari sengaja diambil oleh para pengendara demi menghindari sengatan cuaca panas pada siang hari.

Salah seorang pemudik motor bernama Iman (29) mengungkapkan bahwa suhu udara menjadi pertimbangan utama dalam perjalanannya tahun ini.

Selain persoalan cuaca, ia mengaku berangkat pada malam hari dengan tujuan agar ibadah puasanya tidak terganggu atau memicu keinginan untuk membatalkan puasa.

"Iya, itu juga bisa," kata Iman saat berhenti di traffic light BCP, Kota Bekasi, di sela perjalanan mudiknya.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026: Bandara Soekarno-Hatta Berangkatkan 93.998 Penumpang pada H-5

Lelaki 29 tahun tersebut berencana langsung menyambangi kedua orang tuanya setibanya di kampung halaman nanti.

Mengenai kondisi mudik tahun ini, Iman menilai tidak ada perubahan yang mencolok jika dibandingkan dengan momen pada tahun-tahun sebelumnya.

"Setiap tahun memang pakai motor, jadi sama aja sih," pungkas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hashim Soroti Banyaknya Kasus TBC di Indonesia, Dipicu Permukiman Kumuh
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pedagang Rest Area KM 86A Cipali Raup Pendapatan Jutaan Rupiah
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Trump Dikabarkan Raup Rp150 Triliun dari Deal TikTok
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Suara Surabaya Berangkatkan Tim Liputan Mudik 2026 ke Tiga Provinsi
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Pastikan Penindakan Tetap Berjalan Meski Masuki Libur Lebaran
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.