FAJAR, JAKARTA – Rismon Sianipar menantang Roy Suryo cs untuk beradu argumentasi terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi. Tantangan ini memicu perdebatan sengit. Rismon dianggap sebagai peneliti yang bohong setelah tudingan berkhianat dan melakukan kesalahan besar dalam proses penyelidikan.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, pada Minggu (15/3/2026), Rismon dipersalahkan karena menuduh ijazah Jokowi palsu. Kini malah mengklaim bahwa ia memiliki bukti yang menunjukkan bahwa ijazah tersebut bisa “disulap” menjadi “asli”.
Khozinudin menegaskan bahwa tradisi keilmuan seharusnya mendorong peneliti untuk mengedepankan kejujuran, bukan kebohongan.
Dia menjelaskan bahwa dalam dunia penelitian, seorang peneliti boleh salah, tetapi tidak boleh berbohong. “Ini adalah panduan moral bagi seorang ilmuwan,” ujar Khozinudin, yang juga mengkritik keras tindakan Rismon yang dinilai telah berbohong terkait masalah ijazah S-2 dan S-3 dari Universitas Yamaghuci Jepang.
Masalah ini, menurut Khozinudin, menjadi poin lemah dalam kredibilitas Rismon untuk mempertanyakan ijazah Jokowi.
“Jika Rismon sejak awal jujur tentang masalah akademiknya, kami akan menyarankan dia untuk tidak terlibat dalam membongkar isu ijazah Jokowi,” tegas Khozinudin.
Pernyataan ini semakin memperburuk posisi Rismon di mata publik, yang kini mulai mempertanyakan legitimasi dan moralitas tindakannya.
Tuduhan Tak Jelas
Khozinudin lebih lanjut mengungkapkan, Rismon telah menyebarkan informasi yang tidak terbukti kebenarannya. Termasuk klaim bahwa ijazah Jokowi bermasalah 11.000 triliun persen. Dalam pandangan Khozinudin, tudingan Rismon semakin lemah dan tidak sah mengingat masalah yang ada pada ijazahnya sendiri.
“Bagaimana bisa Rismon mengklaim ijazah Jokowi palsu jika dia sendiri punya masalah dengan ijazahnya?” sindir Khozinudin.
Tantangan Debat Terbuka
Dengan tuduhan bohong dan argumentasi yang dipertanyakan, Rismon kini menantang Roy Suryo cs untuk debat terbuka. Perdebatan ini akan menguji kredibilitas kedua belah pihak dalam mengungkap kebenaran terkait ijazah Jokowi, yang semakin menjadi sorotan publik.
Sebagai catatan, kontroversi ini berawal dari penyelidikan digital yang dilakukan Rismon terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. Namun, masalah yang ada pada keabsahan ijazah Rismon sendiri semakin mempersulit posisinya dalam perdebatan ini. (*)





