Banda Aceh (ANTARA) - Juru Bicara Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli menyatakan pencairan bantuan untuk korban banjir di kabupaten itu masih menunggu proses verifikasi dan validasi data.
“Saat ini sudah masuk tahapan kedua, yakni proses verifikasi dan validasi data yang telah diusulkan sebelumnya, kemudian direkapitulasi kembali oleh BPBD dan ditetapkan sebagai penerima bantuan oleh Bupati dan Forkopimda tahapan terakhir, proses pencairan anggaran ke rekening masing-masing penerima bantuan," katanya.
Baca juga: Pemkab Pidie Jaya salurkan bantuan rumah rusak akibat bencana
Ia menjelaskan Pemerintah Aceh Utara terus berupaya maksimal agar proses verifikasi dan validasi data cepat tuntas supaya bantuan cepat cair karena akan memasuki "meugang" dan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia menyebutkan banjir bandang yang melanda kabupaten itu berdampak terhadap 852 gampong/desa yang tersebar di 27 kecamatan.
Lebih lanjut, ia mengatakan segala jenis bantuan yang akan dicairkan oleh pemerintah berpedoman kepada satu data yang telah diverifikasi, validasi dan penyepadanan, serta dilakukan uji publik.
Adapun bantuan yang akan disalurkan itu, menurut dia, adalah bantuan kerusakan rumah, kategori rusak berat, sedang atau ringan, bantuan isian hunian (BIH), bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE), dana tunggu hunian (DTH) dan jatah hidup (Jadup)
“Jika sudah selesai verifikasi dan validasi by name by address, bantuan segera dicairkan dan menjadi momentum kebangkitan kembali masyarakat Aceh Utara yang terdampak bencana, yang menyebabkan kehilangan rumah dan mata pencaharian,” kata Muntasir.
Baca juga: Wagub Aceh: Bantuan rumah rusak bukti nyata negara hadir untuk rakyat
Baca juga: BNPB buka ruang aduan warga yang belum terdata bantuan rumah rusak
Ia menambahkan Bupati Aceh Utara berharapwarga terdampak masuk dalam data dan tidak ada yang tertinggal, sehingga setelah dapat bantuan bisa menata kembali kehidupan, bangkit, melangkah menuju masa depan lebih baik dari sebelumnya.
“Saat ini sudah masuk tahapan kedua, yakni proses verifikasi dan validasi data yang telah diusulkan sebelumnya, kemudian direkapitulasi kembali oleh BPBD dan ditetapkan sebagai penerima bantuan oleh Bupati dan Forkopimda tahapan terakhir, proses pencairan anggaran ke rekening masing-masing penerima bantuan," katanya.
Baca juga: Pemkab Pidie Jaya salurkan bantuan rumah rusak akibat bencana
Ia menjelaskan Pemerintah Aceh Utara terus berupaya maksimal agar proses verifikasi dan validasi data cepat tuntas supaya bantuan cepat cair karena akan memasuki "meugang" dan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia menyebutkan banjir bandang yang melanda kabupaten itu berdampak terhadap 852 gampong/desa yang tersebar di 27 kecamatan.
Lebih lanjut, ia mengatakan segala jenis bantuan yang akan dicairkan oleh pemerintah berpedoman kepada satu data yang telah diverifikasi, validasi dan penyepadanan, serta dilakukan uji publik.
Adapun bantuan yang akan disalurkan itu, menurut dia, adalah bantuan kerusakan rumah, kategori rusak berat, sedang atau ringan, bantuan isian hunian (BIH), bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE), dana tunggu hunian (DTH) dan jatah hidup (Jadup)
“Jika sudah selesai verifikasi dan validasi by name by address, bantuan segera dicairkan dan menjadi momentum kebangkitan kembali masyarakat Aceh Utara yang terdampak bencana, yang menyebabkan kehilangan rumah dan mata pencaharian,” kata Muntasir.
Baca juga: Wagub Aceh: Bantuan rumah rusak bukti nyata negara hadir untuk rakyat
Baca juga: BNPB buka ruang aduan warga yang belum terdata bantuan rumah rusak
Ia menambahkan Bupati Aceh Utara berharapwarga terdampak masuk dalam data dan tidak ada yang tertinggal, sehingga setelah dapat bantuan bisa menata kembali kehidupan, bangkit, melangkah menuju masa depan lebih baik dari sebelumnya.




