Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan bersama solidaritas masyarakat sipil Sumatera Utara (Sumut) mendorong Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis (12/3) malam di Jakarta Pusat.
Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, mengatakan solidaritas masyarakat sipil Sumut mendesak Polri untuk mengusut tuntas tindak pidana penyerangan tersebut.
“Kasus penyerangan ini yang bukti-buktinya terlihat jelas terang menderang foto-fotonya, CCTV-nya maka tidak ada alasan bagi negara untuk mengungkap ini. Oleh karena itu, kita meyakini dan mendesak negara harus segera mengungkap ini. Melalui siapa? melalui Polri,” kata Irvan saat konferensi pers di Kantor KontraS Sumut, Medan, Senin (16/3).
Irvan menjelaskan, jika kasus penyerangan tersebut tidak diungkap, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan menurun.
“Ini bukan semata-mata tentang Andrie Yunus, ini mengancam pembela HAM baik dalam hal bidang lingkungan, perempuan, anak, korupsi, kekerasan dan lain-lain,” ujar Irvan.
Irvan menuturkan perbuatan penyerangan tersebut diduga sudah terencana dan terorganisir. Ia menegaskan pihaknya mendesak agar kasus tersebut diusut hingga ke aktor intelektualnya.
“Kalau ini tidak terungkap dan ini tidak terselesaikan, kita mendesaknya sampai dengan pada aktor intelektualnya. Karena ini tindakan yang terencana, teroganisir. Tidaklah mungkin ini tidak ada aktor intelektualnya,” pungkas Irvan.





