JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satgas Perumahan sekaligus adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bercerita dirinya sempat ditawari untuk menggarap proyek 3 juta rumah rakyat.
Hashim menyebut, ada seseorang yang mengajaknya mengambil keuntungan dari program perumahan rakyat tersebut.
"Terus terang saja, ada yang bilang ke saya, 'aduh Pak Hashim, kita bisa untung loh di tempat-tempat strategis. Pak Hashim bisa minta jatah 1.000 apartemen, 500 apartemen. Nanti jual kita bisa dapat keuntungan 5 kali'," ujar Hashim dalam peresmian pembangunan hunian vertikal di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Hashim Ungkap Prabowo Merasa Program 3 Juta Rumah Berjalan Lambat
Hashim menyampaikan, praktik itu tidak boleh terjadi.
Dia mengingatkan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, bahwa program ini ditujukan kepada rakyat.
Selanjutnya, Hashim mengingatkan pemerintah untuk menjamin mutu daripada program rumah rakyat.
Dia mewanti-wanti, jangan sampai rakyat kecewa ketika mendapati rumah yang dibangun pemerintah malah tidak sesuai ekspektasi.
"Ada banyak kasus-kasus saya dengar dari Pak Ara Sirait, perumahan rakyat ini seringkali diselewengkan. Jangan rakyat kita kecewa. Ya kita sudah tahu kan praktik mark-up ini, dan ini, dan ini, dan semuanya," imbuh Hashim.
Baca juga: Hashim Tegaskan Tak Akan Terlibat dalam Program 3 Juta Rumah Prabowo
Hashim janji tak terlibat di proyek 3 juta rumahHashim Djojohadikusumo menyatakan, bisnisnya tidak akan terlibat dalam program tiga juta rumah yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita sudah sepakat, ya, dan saya sudah sepakat ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut andil ya, ini semua kontraktor-kontraktor, kita tidak ada kaitan," kata Hashim.
Mulanya, Hashim mengingat-ingat pabrik semen miliknya yang telah ia jual sekitar tahun 2000-2001.
Hashim lantas membayangkan potensi keuntungan yang akan didapatnya dalam program yang bergulir saat ini, jika dirinya masih memiliki pabrik semen.
Namun, ia menyatakan tidak akan terlibat bisnis apapun dalam program 3 juta rumah.
"Dengan program ini kalau saya punya pabrik semen, aduh... luar biasa. Tapi sudah, sudah," kat dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




