Prabowo Kaji Efisiensi Anggaran ala Pakistan, Potong Gaji Anggota DPR dan Kabinet

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo meminta Kabinet mengkaji opsi penghematan, termasuk pemotongan gaji pejabat negara.
  • Pengkajian ini terinspirasi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah Pakistan guna mencegah defisit.
  • Kebijakan Pakistan mencakup pemotongan gaji pejabat dan pengurangan operasional kendaraan dinas pemerintah.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih mengkaji sejumlah opsi penghematan, mulai dari pemotongan gaji anggota DPR hingga anggota kabinet.

Langkah mengkaji efisiensi berupa pemotongan gaji pejabat hendak dilalukan Prabowo setelah ia membandingkan kebijakan dalam negeri pemerintah Pakistan.

Ia menjabarkan sejumlah kebijakan Pakistan sebagai contoh mengenai upaya penghematan anggaran yang bisa dilakukan untuk mencegah defisit.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh, maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Diketahui sejumlah negara, semisal Pakistan telah menerapkan berbagai kebijakan dalam mencegah dampak akibat situasi konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah.

Prabowo Contoh Efisiensi Pakistan

"Ini langkah Pakistan ya, ini hanya sebagai perbandingan, Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures seolah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu covid," kata Prabowo.

Pakistan kekinian menerapkan sejumlah kebijakan, semisal memotong waktu kerja per pekan hingga menerapkan work from home (WFH).

"Mereka melaksanakan WFH kerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari," kata Prabowo.

Baca Juga: DPR Siap Dukung Kebijakan Efisiensi Prabowo, Termasuk WFH dan Pemotongan Gaji Pejabat

Bukan hanya itu, Pakistan bahkan menerapkan pemangkasan gaji bagi para pejabat. Hasil penghematan kemudian dialihkan untuk membantu rakyat di lapisan terbawah.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, ada semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan Pakistan juga memangkas pasokan BBM untuk semua kementerian. Pemerintah mewajibkan 60 persen kendaraan dinas untuk tidak digunakan setiap saat.

"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan," kata Prabowo.

Menghadapi dampak dari perang, Pakistan kini menyetop semua kunjungan dinas ke luar negeri. Pakistan turut melakukan efisiensi anggaran untuk acara, pesta, dan sebagainya.

"Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi mereka pindah ke online, kemudian semua sekolah berhenti untuk dua minggu ya mungkin ini menghadapi Idulfitri," kata Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BeauPicks: Rekomendasi Produk MOP Beauty untuk Dapatkan Flawless Makeup di Hari Raya
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Diplomasi Energi Bahlil Dinilai Perkuat Posisi Indonesia di Indo-Pasifik
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kinerja Menonjol, Harga Bitcoin (BTC) Sentuh US$73.000
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Terima Kasih Jay Idzes dan Emil Audero, Timnas Indonesia Kini Jadi Sorotan Media Italia Jelang FIFA Series 2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
DPR Minta Polri dan LPSK Lindungi Andrie Yunus dan Organisasinya, Cegah Kekerasan Susulan
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.