Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, meski jumlah pemudik turun 1,75 persen tahun ini, namun potensi perputaran uang selama libur Idulfitri diprediksi tetap tinggi dan menembus angka Rp148 triliun. Berbagai stimulasi di antaranya berupa diskon transportasi diyakini turut mendorong pergerakan pemudik.
Survei Kementerian Perhubungan menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada momen mudik Idulfitri tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Jumlah ini menurun 1,75 persen dibanding tahun 2025 lalu yang mencapai 146,4 juta.
Baca juga: Strategi Penjualan Online Dinilai Efektif Menjaga Pertumbuhan Bisnis
Untuk mendorong perputaran ekonomi di momen Idulfitri, pemerintah menyiapkan berbagai stimulus, mulai dari diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar, hingga stimulus tunjangan Hari Raya senilai total Rp65 triliun meningkat 10 persen dari pada tahun lalu untuk ASN, pensiunan, dan TNI-Polri.
Kadin juga menyebut perputaran selama perayaan dan libur Idulfitri dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10-15 persen menjadi momentum untuk mengerok pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2026, yang ditargetkan sebesar 5,4 hingga 5,5 persen.



