Iran Blokade Selat Hormuz, Trump Desak Sekutu Amankan Jalur

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada sejumlah negara untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak mendapat tanggapan. Selat tersebut kini diblokir Iran sejak perang dengan AS–Israel dimulai.

Pada Minggu (15/03), presiden AS itu mengancam akan ada konsekuensi jika dukungan tersebut tidak terwujud.

Dalam wawancara singkat dengan Financial Times, Trump mengatakan aliansi militer NATO bisa menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika sekutu AS tidak membantu Washington membuka kembali jalur strategis tersebut.

Trump juga mengancam akan menunda pertemuannya dengan Presiden Cina Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini, sebagai upaya menekan Beijing agar membantu mengamankan lalu lintas di Hormuz.

"Sudah sepatutnya negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat itu membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana," kata Trump kepada surat kabar tersebut.

Selat Hormuz terletak di antara Teluk Persia dan Laut Arab, dan menjadi jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Blokade terhadap jalur tersebut telah mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga bahan bakar melonjak.

Trump: Iran tidak siap berbicara dengan AS

Pada Minggu (15/03), Trump mengatakan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran memang berlangsung, meskipun Iran secara tegas membantah telah menghubungi AS untuk merundingkan mengakhiri perang.

"Ya, kami berbicara dengan mereka," kata Trump kepada para wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, tanpa menjelaskan lebih lanjut bentuk pembicaraan tersebut. "Namun, saya rasa mereka belum siap. Meski mereka sudah semakin mendekat."

Sehari sebelumnya, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa syarat-syarat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran "belum cukup baik," yang kemudian mendorong diplomat tertinggi Iran membantah bahwa pembicaraan pernah terjadi atau bahwa Teheran tertarik untuk melakukannya.

Kebakaran dekat bandara Dubai

Sebuah serangan drone menghantam kapal tanker bahan bakar di dekat Bandara Internasional Dubai pada Minggu (15/03) dini hari waktu setempat dan memicu kebakaran, demikian disampaikan Dubai Media Office.

Kebakaran tersebut akhirnya "berhasil dikendalikan" tanpa adanya laporan korban luka, kata kantor media tersebut melalui platform X.

"Sebuah insiden drone di sekitar Bandara Internasional Dubai (DXB) mempengaruhi salah satu tangki bahan bakar," demikian pernyataan tersebut.

Negara-negara Arab di kawasan Teluk telah menghadapi gelombang serangan rudal dan drone Iran sejak perang AS–Israel dengan Iran terjadi.

Iran mengatakan pihaknya menargetkan fasilitas dan aset milik AS, tetapi infrastruktur minyak penting di kawasan Teluk, pelabuhan, bandara, hotel, dan berbagai fasilitas sipil lainnya juga turut terkena serangan.

Inggris umumkan bantuan kemanusiaan darurat untuk Lebanon

Pemerintah Inggris memberikan bantuan kemanusiaan kepada Lebanon senilai lebih dari 5 juta pound sterling (sekitar Rp112,58 miliar). Pasalnya, Lebanon semakin terseret ke dalam perang Iran.

Dalam pernyataan pada Minggu (15/03) malam, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan dirinya "sangat prihatin" terhadap situasi yang semakin memanas di Lebanon.

"Saya mengecam keras serangan berkelanjutan Hizbullah terhadap Israel. Serangan itu harus segera dihentikan," kata Cooper, seraya menuduh kelompok yang didukung Iran tersebut "menarik rakyat Lebanon ke dalam konflik yang tidak mereka inginkan dan yang tidak sejalan dengan kepentingan mereka."

Cooper juga memperingatkan potensi eskalasi regional yang lebih luas di tengah meluasnya serangan Israel dan perintah evakuasi.

"Pengusiran paksa ratusan ribu warga Lebanon sebagai akibat langsung dari operasi Israel sepenuhnya tidak dapat diterima dan dapat menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang sangat buruk," ujarnya.

Cooper menyambut komitmen pemerintah Lebanon, termasuk janji untuk mengekang aktivitas militer Hizbullah. Ia juga menyambut usulan pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel.

"Inggris siap mendukung upaya-upaya ini bersama para mitra kami," katanya, seraya menyebut kemungkinan pembicaraan tersebut sebagai "jalan terbaik menuju perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan bagi rakyat Lebanon dan rakyat Israel."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Adelia Dinda Sani

Editor: Hani Anggraini

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anomali, KPK Lelang Dua HP Seharga Rp 73.000, Laku Rp 59 Juta
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Ingin Dongkrak PAD 2026, DPRD Kota Bekasi Awasi Penyertaan Modal BUMD
• 22 jam laludisway.id
thumb
Pemotor Alami Kecelakaan di Jalan Raya Cibarusah, Korban Tutup Usia 
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Resmi Menikah, Tiffany Young Ceritakan Awal Kisah Cintanya dengan Byun Yo Han
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Anggota DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Pasar Murah untuk Kendalikan Harga Pangan Jelang Lebaran
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.