Liputan6.com, Jakarta - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam. Sebelum Andrie Yunus, aktivis lain yang pernah jadi korban penyiraman air keras adalah eks penyidik KPK, Novel baswedan.
Air keras banyak dipakai untuk aksi kejahatan di tanah air. Februari 2026, tiga pelajar ditangkap sebagai pelaku penyiraman air keras dengan korban dipilih secara acak.
Advertisement
Akhir tahun 2025, seorang suami di Lubuklinggau menyiram air keras pada istrinya sendiri karena persoalan rumah tangga. Pertengahan 2025, geng pelajar menyiramkan air keras terhadap pelajar SMK di Koja, Jakarta Utara. Dan masih banyak kasus lain yang menelan korban.
Rentetan aksi penyiraman air keras ini mendorong DPR untuk mengkaji pembatasan penjualan air keras.
Anggota Komisi III DPR RI Safaruddin t mengatakan, tidak tertutup peluang adanya opsi pembatasan peredaran air keras.
“Kita lihat perkembangannya, kan seberapa jauh sih air keras itu digunakan untuk kejahatan,” kata Safaruddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Meski demikian, kata Safaruddin, butuh analisa lebih lanjut soal pembatasan penjualan air keras. Disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Tapi kan keberadaan air keras kan diperlukan juga untuk masyarakat, ya kan? Tapi nanti kita analisa seperti apa,” ungkapnya.




