Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat bawah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang dipublikasikan dengan judul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis” pada Minggu (15/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan bahwa situasi krisis global yang sedang berlangsung justru menjadi momentum untuk mempercepat berbagai kebijakan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi domestik sekaligus memperkuat investasi jangka panjang pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, implementasi program MBG akan memberikan dorongan signifikan layaknya dongkrak terhadap aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat akar rumput. Program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil, tetapi juga untuk memperkuat daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
"Stimulus untuk pertumbuhan di tingkat akar rumput," ujar Prabowo dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bloomberg berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis” pada Minggu (15/3/2026).
Prabowo menyebutkan pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau sekitar 80 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Sasaran program ini mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan ibu menyusui.
Baca Juga
- BGN Suspend Dua SPPG di Sulsel akibat Keterlambatan Distribusi Program MBG
- BGN Suspend 9 SPPG di Gresik Gegara Sajikan MBG Kelapa Utuh
- Belanja MBG Rp19 Triliun per Bulan, Tekanan Fiskal hingga Inflasi Pangan Menghantui
“Program ini dirancang untuk memberi makan lebih dari 80 juta orang hampir setiap hari, dan program ini menyumbang 11% dari anggaran pemerintah pusat tahun ini,” jelasnya.
Selain menjalankan program MBG, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memprioritaskan pembiayaan pada berbagai program strategis lainnya. Beberapa di antaranya meliputi penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat serta penguatan peran koperasi desa.
Di sisi lain, pemerintah juga berencana memperluas aktivitas ekonomi melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.





