JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat dari Indo Pacific Strategic Intelligence (ISI), Gautama Adi Kusuma, menilai perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel bukan hanya perang militer, tetapi juga perang narasi.
"Kalau kita pertama harus melihat dari sisi dimensi perang ini bukan hanya dimensi fisik secara militer, tetapi juga perang narasi, perang propaganda, dan bagaimana satu pihak bisa mengontrol narasi yang akhirnya bisa memberikan ilusi atau persepsi bahwa mereka sedang memenangkan perang ini," katanya dalam Breaking News KompasTV, Senin (16/3/2026).
Gautama mengatakan, ketika ada narasi yang menyatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah mati, atau ada narasi yang menyatakan Iran sudah tidak memiliki kapasitas produksi atau kapasitas untuk meluncurkan serangan ke Israel dan AS, itu merupakan bagian dari perang narasi dan propaganda yang sedang dilancarkan masing-masing pihak.
"Kita juga harus ingat dalam konflik ini, Israel, Amerika, dan Iran ini kita harus melihat ini bukan hanya sekadar konflik militer. Ini adalah konflik geopolitik dan geoekonomi yang sangat luas mengenai keseimbangan kekuatan di Timur Tengah," ucapnya.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Perang Iran vs Israel-AS, Prabowo Serukan Penghematan BBM Nasional
Gautama menyebut, di satu sisi Israel menganggap Iran sebagai ancaman. Di sisi lain, justru Iran yang diserang dan pemimpinnya dibunuh.
"Mereka (Iran) diserang, pemimpin mereka dibunuh, sehingga kita bisa melihat Iran akan membalas dan mencoba untuk bertahan dari serangan yang ada sekarang," ujarnya.
Ia juga mengatakan ada kemungkinan Iran terus akan mencoba memburu pemimpin Israel.
"Walaupun sebenarnya kalau kita lihat dari sebelumnya, bukan tipikal Iran ya kalau kita melihat. Tetapi melihat eskalasi dari konflik ini, di mana (Pemimpin Tertinggi Iran) Ayatullah Khamenei dibunuh oleh serangan Israel dan Amerika, saya (berpendapat) tidak menutup kemungkinan Iran memiliki keinginan yang sama untuk pemimpin Israel," ucapnya.
AS dan Israel melancarkan serangan tanpa diprovokasi ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Iran membalas dengan menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, CNBC
- iran
- amerika serikat
- israel
- perang iran
- AS serang Iran
- Benjamin Netanyahu




