Universitas Pamulang (Unpam) angkat bicara terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebut salah satu dosennya berinisial FHS diduga melakukan pelecehan seksual dalam rangkaian KRL Jakarta Kota-Nambo.
Kabid Humas dan Protokoler Unpam, Muhyiddin Fanda membenarkan bahwa FHS merupakan salah satu dosen di universitasnya.
"Iya benar, dosen Unpam," katanya saat dikonfirmasi kumparan, Senin (16/3).
Dia menjelaskan, Unpam juga telah melakukan pembahasan internal terhadap peristiwa yang ramai di media sosial itu.
"Berdasarkan klarifikasi awal yang kami terima, tidak ditemukan bukti yang mendukung dugaan yang beredar di media sosial," ungkapnya.
Muhyiddin menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan proses klarifikasi terkait dugaan pelecehan tersebut. Dia pun mengimbau agar seluruh pihak tak berspekulasi.
"Kami menghormati semua pihak untuk menyelesaikannya secara baik," ucap dia.
"Kami berharap semua pihak dapat menunggu hasil klarifikasi secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi," lanjutnya.
Sebelumnya, ramai di media sosial seorang pria yang disebut sebagai dosen Unpam berinisial FHS diduga melakukan pelecehan di dalam rangkaian KRL Jakarta Kota-Nambo. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (14/3) pukul 21.01 WIB.
Dalam unggahan yang viral, korban mengaku diraba kemaluannya oleh FHS. Korban pun berteriak. FHS lalu langsung diamankan oleh petugas keamanan.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyebut wajah pelaku akan dimasukkan ke dalam database CCTV dan diblacklist. Hal ini sebagai bentuk sanksi agar pelaku tidak dapat lagi menggunakan Commuter Line.
"Kami akan memasukkan terduga pelaku ke dalam data base CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas baik di stasiun ataupun di Commuter Line. Kami akan mem-blacklist pelaku tidak dapat menggunakan Commuter Line lagi,” ungkap Leza.





