Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan program 'Mudik Asyik Baca Buku' dengan mendirikan stan buku-buku di 9 lokasi mudik.
Saat membuka program ini, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan sedang membuat perubahan kebijakan agar penugasan anak-anak lebih bermuatan literasi, daripada mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS).
"Kami juga sedang mulai ada perubahan kebijakan baru, di mana penugasan untuk anak-anak itu tidak lagi mengerjakan lembar kerja siswa, tapi membaca buku," ucap Mu'ti di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3).
Tak hanya membaca buku, bacaaan itu diteruskan dengan membuat resensi tentang buku tersebut. Hal ini, kata Mu'ti, bertujuan untuk membentuk kebiasaan berliterasi sejak dini.
"Menulis resensi singkat dari apa yang dibaca dan memberikan kebiasaan mereka untuk menuliskan apa yang mereka lihat, apa yang mereka alami. Inilah yang kami sebut dengan literasi sejak dini," tutur Mu'ti.
Oleh karena itu, kini banyak pojok baca yang tersebar sebagai bentuk kerjasama dengan Perpustakaan Nasional. Meski begitu, ia berseleroh pojok baca itu jarang diisi orang sebab posisinya yang berada di pojok.
"Di stasiun, di bandara, terminal, itu ada pojok-pojok baca. Tetapi memang karena di pojok, jadi saya sering mengamati jarang ada yang mojok," kata Mu'ti.
"Mudah-mudahan nanti tidak dipojok, tapi di tengah gitu, sehingga orang itu mendapatkan buku dengan mudah," harapnya.
Ajak Anak Kembali Rajin Membaca
Di kesempatan tersebut, Mu'ti mengajak berbincang beberapa anak-anak yang ikut mudik bersama orang tuanya di Stasiun Senen.
"Ini nanti dibawa ya. Ini adek, ini adek, nih," ujar Mu'ti sembari memberikan sebuah buku. "Pulang kemana ini?" tanya Mu'ti.
"Ke Banyumas," ujar orang tua bocah tersebut.
"Tambah lagi, tambah lagi, dua nih," kata Mu'ti sambil memberikan dua buah buku lagi ke anak tersebut.
"Terima kasih, Pak," ujar orang tua si anak.
"Udah bisa baca belum?" tanya Mu'ti ke anak tersebut. Ia mengangguk. Mu'ti kemudian memberikan jempol pada anak itu.
"Banyumasnya mana?" tanya Mu'ti ke orang tua anak.
"Kemranjen,"
"Berapa lama (mudik)?"
"Dua minggu,"
"Luar biasa. Tinggal di mana?"
"Jakarta Barat,"
"Kerja apa?" tanya Mu'ti.
"Di pabrik," jawab mereka.
"Semangat ya," kata Mu'ti.
Ada sekitar 24 ribu buku yang dibagikan Kemendikdasmen kepada para pemudik di 9 titik lokasi mudik. Kebanyakan dari buku tersebut dikhususnya untuk anak-anak. Berikut daftar lokasinya;
Stasiun Pasar Senen
Stasiun Gambir
Terminal Kalideres
Terminal Kampung Rambutan
Terminal Pulo Gebang
Terminal Pakupatan Serang
Bandara Halim Perdanakusuma
Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Merak





