Viral Foto Pelaku Diduga Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus! Rekayasa AI, Banyak Kejanggalan

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Kasus serangan air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS, kini memicu perdebatan panas di ruang digital. Sebuah foto yang diklaim sebagai wajah pelaku mendadak viral dan memicu berbagai spekulasi liar di masyarakat.

Namun, pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi penting mengenai keaslian dokumentasi visual yang beredar luas tersebut. Tim penyidik menduga kuat bahwa gambar dua pria misterius itu merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Polda Metro Jaya memastikan foto yang beredar di media sosial tidak bisa menjadi bukti autentik penyelidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut gambar itu tidak sesuai rekaman asli. Pihaknya meyakini foto tersebut adalah hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) yang menyesatkan.

“Foto tersebut kami yakini merupakan hasil rekayasa AI. Gambar itu justru berpotensi menyesatkan dan menghambat proses penyelidikan yang saat ini sedang berjalan,” ujar Budi, Minggu (15/3/2026).

Awalnya, foto itu disebut sebagai tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan dua pria di atas motor. Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, gambar tersebut tidak cocok dengan bukti visual milik tim penyidik. Polisi pun meminta masyarakat tidak langsung memercayai konten visual yang belum terverifikasi kebenarannya secara resmi.

Polisi Temukan Kejanggalan pada Foto Viral

Aparat kepolisian mengidentifikasi adanya sejumlah anomali teknis pada gambar yang tersebar di berbagai platform digital. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menyatakan manipulasi ini justru mempersulit tugas penyidik. Upaya memperjelas wajah pelaku dengan AI malah merusak detail ciri fisik yang terekam kamera pengawas.

“Kami terganggu dengan editing foto ini karena mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” kata Roby dengan tegas.

Penyidik menambahkan bahwa penggunaan teknologi AI sering kali menciptakan detail palsu yang tidak ada pada kenyataan. “Itu AI. Kami terganggu dengan editing foto ini karena mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” tambahnya lagi.

Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat memicu salah tangkap atau kekeliruan identifikasi di masyarakat.

Lima Ciri Foto Diduga Hasil Rekayasa AI

Berdasarkan hasil pembedahan digital oleh penyidik, terdapat lima tanda utama yang menunjukkan bahwa foto tersebut palsu. Ciri-ciri ini sering muncul pada produk visual yang dihasilkan oleh mesin kecerdasan buatan:

Bentuk tangan tidak natural: AI sering gagal merender anatomi tangan manusia secara akurat dan proporsional.

Tekstur kulit terlalu mulus: Gambar tampak sangat halus dan kehilangan detail pori-pori kulit yang alami.

Pantulan cahaya mata tidak konsisten: Refleksi cahaya pada mata seringkali terlihat tidak seimbang atau tidak simetris.

Latar belakang mengalami distorsi: Garis lurus pada objek sekitar seperti tembok tampak melengkung secara tidak wajar.

Aksesori terlihat tidak konsisten: Terdapat tali tas di bahu pengendara, namun bagian tas di punggung tidak terlihat.

Polisi Fokus Mengungkap Pelaku Asli

Penyelidikan kasus penyiraman air keras ini kini telah resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh kepolisian. “Betul, sudah naik sidik,” tegas AKBP Roby Saputra saat memberikan konfirmasi resmi pada Sabtu (14/3/2026).
Hingga detik ini, penyidik masih bekerja keras melacak identitas pelaku melalui analisis digital forensik yang mendalam.

“(Identitas pelaku) masih dalam penyidikan,” jelas Roby singkat mengenai perkembangan terbaru pencarian pelaku di lapangan.

Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, turut meminta masyarakat untuk bersabar mengikuti proses hukum yang ada. “Masih dilakukan pendalaman, ya. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” ucap Asep.

Polisi berkomitmen untuk segera menangkap pelaku asli dan menuntaskan kasus yang menimpa aktivis KontraS ini.

Kronologi Penyiraman Air Keras

Peristiwa tragis yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di Jakarta Pusat. Berdasarkan rekaman CCTV, korban sedang melintas di Jalan Salemba I-Talang sekitar pukul 23.37 WIB.

Dua orang yang berboncengan motor tiba-tiba muncul dari arah berlawanan dan menyiramkan cairan kimia berbahaya. Serangan tersebut mengakibatkan luka bakar serius pada wajah, tangan, dada, hingga mengenai area mata korban.

“Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan,” terang Jane Rosalina. Saat ini, korban tengah mendapatkan perawatan intensif di bawah pengawasan ketat tim dokter spesialis bedah mata. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JK Ingatkan Risiko Jika Pemerintah Tambah Defisit APBN di Atas 3 Persen
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Tips Jaga Stamina selama Perjalanan Mudik Lebaran
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Didimus Yahuli Rekonsiliasi Pulihkan Dunia Pendidikan Yahukimo
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Belum Siap Sepakat dengan Iran
• 20 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Liga Inggris: Tekuk Aston Villa, Man United Mantap di Posisi 3 Klasemen
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.