Divestasi dan Akuisisi Batal, Hotel Fitra Susun Ulang Rencana Bisnis

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) memutuskan untuk membatalkan rencana divestasi saham di dua anak usaha, yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW), serta rencana akuisisi perusahaan pelayaran PT Poseidon Shipping Indonesia (PSI).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen telah menyatakan pembatalan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang sebelumnya dijadwalkan untuk meminta persetujuan pemegang saham atas transaksi tersebut.

"Perseroan telah membatalkan rencana RUPSLB terkait permohonan persetujuan pemegang saham antara lain atas rencana divestasi saham BMP dan FAW, serta memutuskan untuk tidak melanjutkan transaksi akuisisi PSI," tulis manajemen, Senin (6/3/2026).


Perseroan saat ini sedang melakukan evaluasi kembali terhadap rencana transformasi bisnis dan penyusunan ulang terkait rencana bisnis Perseroan.

Sehubungan dengan pembatalan transaksi tersebut, sebagian asumsi dan informasi yang menjadi dasar penyusunan Business Plan Perseroan untuk saat ini menjadi belum dapat ditindaklanjuti lebih lanjut mengingat transaksi ditunda atau dibatalkan.

"Perseroan akan menyampaikan pembaruan Business Plan kepada Bursa apabila rencana transaksi tersebut dilanjutkan atau apabila Perseroan telah menetapkan arah strategi bisnis yang baru, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," sebutnya.

Manajemen menjabarkan, sebelumnya rencana transformasi tersebut mencakup langkah ekspansi ke sektor pelayaran dan logistik, termasuk rencana pengoperasian armada kapal di rute Sulawesi seperti Kendari-Langara. Namun setelah pembatalan akuisisi PSI, rencana operasional tersebut juga tidak lagi dijalankan.

"Mengingat keputusan Perseroan untuk tidak melanjutkan akuisisi PSI, maka rencana bisnis awal telah dievaluasi ulang. Oleh karena itu, hal-hal terkait konfigurasi armada, operasi rute, manajemen risiko, dan proyeksi keuangan, yang didasarkan pada rencana transaksi sebelumnya saat ini belum ditentukan," jelasnya.

Baca: Di Blacklist Seumur Hidup dari Pasar Modal RI, Ini Profil Benny Tjokro

Dalam dokumen tersebut, perusahaan juga menyebut bahwa saat ini belum ada keputusan final terkait sektor bisnis baru yang akan dimasuki. Sebab, rencana sebelumnya untuk mengembangkan bisnis pelayaran dan pertambangan sedang dikaji ulang.

Dalam proses evaluasi tersebut, Perseroan sedang mempertimbangkan berbagai alternatif, termasuk kemungkinan untuk melakukan investasi atau akuisisi terhadap perusahaan yang lebih matang dengan potensi kepemilikan saham yang lebih besar, termasuk memperoleh posisi pengendali, guna memastikan model bisnis yang lebih stabil serta mendukung keberlanjutan usaha Perseroan (going concern) sebagai perusahaan terbuka.

"Saat ini seluruh opsi tersebut masih dalam tahap kajian dan Perseroan belum mengambil keputusan investasi yang bersifat final. Oleh karenanya, informasi tersebut menjadi belum dapat ditindaklanjuti lebih lanjut mengingat transaksi tidak dilanjutkan," tutup manajemen.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: 3 Alasan Ini Bikin Investasi Aset Kripto Diramal Cuan di 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi: Foto AI Disebar Jaringan Penyiram Air Keras Aktivis KontraS untuk Kaburkan Fakta
• 4 menit laludetik.com
thumb
Warga Cerita Curi Start Mudik Lebaran: Beli Tiketnya Penuh Perjuangan
• 11 jam laludetik.com
thumb
Anggota DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Pasar Murah untuk Kendalikan Harga Pangan Jelang Lebaran
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Arus Mudik, 24 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Per Minggu Pagi
• 12 jam laludetik.com
thumb
Polisi Masih Lacak Motor dan Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.