Pekan ini, seorang pria asal Tiongkok ditangkap di bandara Jomo Kenyatta International Airport di Nairobi, Kenya. Di dalam bagasinya ditemukan lebih dari 2.200 ekor semut taman Afrika hidup. Semut yang dijuluki “mutiara hitam Afrika” ini merupakan organisme yang sangat diminati oleh para penyelundup satwa.
EtIndonesia. Seorang pria Tiongkok berusia 27 tahun bernama Zhang Kequn ditangkap pada Selasa (10 Maret) di bandara tersebut. Petugas keamanan menemukan 2.238 ekor semut taman lokal hidup di dalam bagasinya.
Sebanyak 1.948 ekor dimasukkan ke dalam tabung reaksi, sementara sisanya disembunyikan di dalam tiga gulungan tisu toilet.
Semut “taman” dari Kenya merupakan spesies semut berukuran relatif besar dan cukup unik. Serangga ini sangat populer di kalangan kolektor serangga di Asia dan Eropa, bahkan dijuluki “mutiara hitam”.
Para kolektor biasanya menempatkan semut-semut tersebut di dalam wadah transparan besar untuk mengamati serta mempelajari kehidupan sosial dan perilaku mereka.
Namun, semut-semut ini dilindungi oleh perjanjian internasional tentang keanekaragaman hayati, sehingga perdagangan dan peredarannya diawasi dengan sangat ketat.
Pihak Kenya Wildlife Service menyatakan bahwa mereka masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan penyelidikan dan ingin mengetahui apakah pria tersebut memiliki rencana lain terkait penyelundupan tersebut.
Reporter NTD Television Liu Jiajia melaporkan dari Amerika Serikat.





