Meski Tidak Terlihat Publik, Iran Sebut Mojtaba Sehat dan Pegang Kendali

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hampir dua pekan sejak Mojtaba Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, sosoknya jarang terdengar secara langsung, baik wajah maupun suaranya.

"Pemimpin revolusi dalam kondisi sehat dan sepenuhnya mengendalikan situasi," kata Araghchi. "Situasi di Iran stabil, tidak ada perpecahan di lembaga-lembaga negara maupun militer," tegas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat tampil di Al Araby Al Jadeed.

Media sosial pro-Pemerintah Iran pun menyebarkan video sosok Mojtaba Khamenei dalam animasi hasil kecerdasan buatan (AI). 

Melansir CBC News, ketika "pernyataan pertama" Mojtaba akhirnya dirilis, formatnya justru memperdalam pertanyaan. Pernyataan itu dibacakan oleh presenter televisi negara, bukan disampaikan langsung oleh Mojtaba tanpa video, tanpa audio, tanpa foto baru, hanya teks yang dibacakan orang lain dengan foto lama ditampilkan di layar.

Sementara itu, melansir Al Jazeera, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon menyatakan bahwa pemimpiin baru Iran tersebut sedang terluka.

"Dia terluka dan kemungkinan cacat wajah. Dia merilis pernyataan kemarin, yang sebenarnya lemah tapi tidak ada suara, dan tidak ada video. Itu hanya pernyataan tertulis," kata Hegseth.

CNN juga menyebut bahwa Mojtaba mengalami patah tulang kaki, memar di sekitar mata kiri, dan luka ringan di wajah akibat serangan udara 28 Februari. 

Media negara Iran pun sempat menyebut Mojtaba dengan kata "janbaz", istilah yang digunakan untuk veteran perang yang cacat, sebelum kemudian menghapus referensi tersebut.

Sementara itu, tokoh oposisi Mohsen Sazegara menyebut sumber-sumber di dalam Iran mengonfirmasi bahwa Mojtaba masih hidup tapi dalam pemulihan, dengan laporan yang menyebut operasi pada perut dan kaki serta kemungkinan cedera di wajah.

Fakta di lapangan menceritakan gambaran yang berbeda dari versi resmi Teheran. Serangan drone dan rudal ke negara-negara Teluk terus berlanjut setiap hari bahkan setelah Presiden Pezeshkian mengklaim pasukan sudah diperintahkan menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga.

Dengan para jenderal senior Iran ikut terbunuh dalam serangan pembuka, pasukan Iran kini menjalankan strategi pertahanan mosaik yang mendelegasikan kewenangan ke komandan-komandan lokal.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Memanas, Paus Leo Minta Perang Iran Segera Dihentikan

Melansir Iran International, dalam pernyataan tertulisnya Mojtaba memerintahkan Selat Hormuz tetap tertutup dan mengancam akan membuka "front-front lain" dalam perang.

Perintah eskalasi besar itu disampaikan bukan melalui pidato langsung, melainkan melalui teks yang dibacakan presenter televisi, tanpa satu pun gambar atau rekaman baru dari pemimpin yang hampir dua pekan ini tidak pernah terlihat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Pulau Kharg, Terminal Minyak Penting Iran yang Berpotensi Picu Krisis Ekonomi Global
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Barcelona vs Sevilla 5-2: Raphinha Menggila, Joao Cancelo Akhirnya Pecah Telur!
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Banyak Kasus Penipuan Jual-Beli Barang, Mendag Bakal Tinjau Ulang Aturan E-commerce
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dituding Rebut Suami Maissy, Wajah Asli Cindy Rizap Sebelum Oplas Dikuliti Netizen
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.