Update Cuaca: Hujan Diprediksi Guyur di Sejumlah Kota Besar

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Senin, 16 Maret 2026.

Prakirawan BMKG, Nissa, mengatakan beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi antara lain Bangka Belitung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Papua Tengah, dan Papua.

“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia,” kata Nissa dalam keterangannya melalui kanal YouTube BMKG, Senin, 16 Maret 2026.

BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah kota besar di Indonesia. Untuk wilayah Indonesia bagian barat, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan disertai petir di Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Surabaya, Banjarmasin, dan Tanjung Selor.

"Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, serta Samarinda," sambungnya.

Adapun kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Tanjung Pinang, Serang, dan Jakarta, sedangkan udara kabur berpotensi terjadi di Banda Aceh.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kupang dan Nabire. Sedangkan hujan ringan diperkirakan mengguyur Denpasar, Mataram, wilayah Sulawesi, Ternate, Ambon, serta sebagian besar wilayah Papua.

Selain itu, BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik yang terpantau berada di Samudera Hindia, barat daya Banten.

"Sirkulasi siklonik ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Hindia, barat daya Banten," kata Nissa.

Nissa menjelaskan bahwa daerah konvergensi diperkirakan terbentuk di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.

Kemudian, lanjutnya, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Laut Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga wilayah Papua.

Sementara daerah konfluensi diperkirakan terbentuk di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timor, Papua Selatan, serta Laut Arafuru.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," ujarnya 

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui situs resmi BMKG maupun melalui media sosial resmi @infobmkg guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Metro Pastikan Penanganan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Transparan
• 41 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Taspen Perkuat Program Sosial Lewat Penyaluran Sembako untuk ASN Berpenghasilan Rendah
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IHSG Sempat Turun 3 Persen ke Bawah Level 7.000 Pagi Ini, Simak Analisisnya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah pastikan layanan darurat RS berjalan selama libur panjang
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Tak Akan Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Krisis Besar seperti COVID-19
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.