Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 berkisar di 143,9 juta orang. Itu berarti pemudik tahun ini berpotensi turun 6,9% dari realisasi pemudik tahun lalu yang berjumlah 154,9 juta orang.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebut angka proyeksi tersebut bisa saja meleset. Alias realisasinya sedikit lebih besar dari proyeksinya.
“Pengalaman sebelumnya ada lonjakan, maka kami harus mengantisipasi jika timbul lonjakan dengan angka yang berbeda dari survei tersebut,” kata Dudy pada 6 Maret lalu.
Pemerintah sebenarnya telah memberikan sejumlah stimulus ekonomi untuk Idulfitri tahun ini. Ini termasuk diskon tiket perjalanan lewat kereta api, kapal, dan pesawat serta tarif sembilan ruas jalan tol.
Pemerintah juga membuat kebijakan Work From Anywhere (WFA) di 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2026 untuk aparatur sipil negara (ASN). Adanya WFA diharapkan dapat menjadi insentif belanja di daerah tujuan pemudik.
Meski begitu, sentimen potensi perlambatan ekonomi akibat perang Timur Tengah membayangi mudik tahun ini. Adanya kemungkinan harga BBM subsidi meningkat membuat masyarakat berpotensi menahan belanja nonprioritas.




