BIKE Catat Rugi Rp24,45 Miliar Terdampak Penghapusan Subsidi Motor Listrik

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sepeda Bersama (BIKE) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang 2025. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp24,45 miliar, berbalik dari laba Rp12,62 miliar.

BIKE Catat Rugi Rp24,45 Miliar Terdampak Penghapusan Subsidi Motor Listrik. (Foto: Dok. Sepeda Bersama)

IDXChannel – PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang 2025. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp24,45 miliar, berbalik dari laba Rp12,62 miliar.

Padahal perseroan mencatat volume penjualan sebesar 358.915 unit pada 2025, meningkat 37,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Pacu Kinerja, Sepeda Bersama (BIKE) Perluas Pasar Motor Listrik ke Seluruh Indonesia

Namun, kenaikan volume ini belum sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan pendapatan, yang tercatat sebesar Rp347,98 miliar, turun sekitar 9,93 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp386,35 miliar.

Apabila dibandingkan dengan target awal tahun 2025, yaitu pendapatan sebesar Rp600 miliar dan laba bersih sebesar Rp24 miliar, realisasi pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp347,98 miliar atau sekitar 58 persen dari target, sedangkan laba bersih tercatat negatif sebesar Rp 24,45 miliar, setara dengan -101,86 persen dari proyeksi.

Baca Juga:
Sepeda Bersama (BIKE) Bagikan Dividen Mini Rp15 per Saham, Cair Akhir Mei

Melalui laporan tahunan 2025, perseroan menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi pada tahun lalu. Pada segmen kendaraan listrik, termasuk United E-Motor, berakhirnya program subsidi pemerintah untuk pembelian motor listrik sejak akhir Desember 2024 turut memengaruhi dinamika permintaan pasar sepanjang 2025.

Hal itu terjadi khususnya pada segmen konsumen yang sebelumnya didorong oleh insentif harga dari kebijakan tersebut. Insentif pemerintah sebelumnya berperan dalam mendorong minat konsumen terhadap kendaraan listrik.

Baca Juga:
BIKE Catat Laba Naik 40% Didukung Penjualan Sepeda Listrik

Selain itu, ada tantangan logistik yang menjadi salah satu faktor signifikan, terutama untuk distribusi di luar Pulau Jawa.

“Biaya distribusi di wilayah tersebut relatif lebih tinggi akibat infrastruktur yang belum merata, tarif transportasi yang fluktuatif, serta keterbatasan fasilitas pergudangan di beberapa daerah,” tulis perseroan dikutip pada Minggu (15/3/2026).

Manajemen juga menyebut penurunan kinerja terutama dipengaruhi oleh strategi konsolidasi dan kondisi pasar yang masih menantang.

Selain itu, rugi bersih yang tercatat pada laporan keuangan 2025 disebabkan program promosi dan penyesuaian harga untuk mempercepat penjualan persediaan produk eksisting, sehingga berdampak pada margin keuntungan.

Beban keuangan juga meningkat dengan upaya penguatan kapasitas operasional melalui peningkatan jumlah karyawan.

Sementara itu, nilai ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp84,70 miliar, mengalami penurunan sebesar 34,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan dampak strategi konsolidasi dan kondisi pasar yang masih menantang.

“Secara keseluruhan, kinerja BIKE pada 2025 mencerminkan periode konsolidasi dan penguatan struktur usaha. Meskipun hasil yang dicapai belum sepenuhnya kembali pada tingkat pertumbuhan sebelumnya,” tuturnya.

Meski begitu, Direksi BIKE meyakini langkah-langkah strategis yang telah ditempuh bakal menjadi upaya perbaikan kinerja secara bertahap di tahun-tahun mendatang.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Borneo FC vs Persib Bandung Malam ini, Kick-off Pukul 20.30 WIB
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Percepat Pembangunan, Bupati Puncak Tinjau Lokasi Kantor Pemerintahan Baru di Gome
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kakorlantas: Baru 25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
DPR Apresiasi Langkah Kemenpora-Kemendikdasmen Perkuat Olahraga di Sekolah
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Anak Tantrum karena Kecanduan Gadget dan Medsos, Begini Solusinya
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.