BEKASI, KOMPAS.com - Antusiasme warga mengikuti program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terlihat dalam proses keberangkatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (15/3/2026).
Bagi sebagian warga, program ini menjadi harapan untuk bisa pulang kampung tanpa terbebani mahalnya ongkos perjalanan.
Salah satunya dirasakan Maman (50), warga Rawalumbu, Kota Bekasi, yang mengaku sudah tiga kali mengikuti program mudik gratis ke Solo, Jawa Tengah, yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Baca juga: Kisah Sopir Bus Mudik 15 Tahun Antar Perantau Pulang Kampung: Sudah Panggilan Jiwa
Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam menghemat biaya perjalanan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.
“Nyaman ya programnya, terus menghemat biaya juga. Kalau saya bisa hemat Rp 1,2 juta untuk tiga orang,” ujar Maman kepada Kompas.com, Minggu (15/3/2026).
Maman mengatakan, sebelum berangkat mudik bersama keluarganya, ia telah menyiapkan sejumlah hal penting, mulai dari menjaga kondisi kesehatan hingga menyiapkan uang untuk dibawa ke kampung halaman.
“Bekal uang di kampung buat bagi-bagi THR sama ponakan,” kata dia.
Bagi Maman, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi momen untuk kembali berkumpul dengan keluarga besar setelah lama merantau di kota.
Karena itu, ia berharap program mudik gratis seperti ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, bahkan dengan kuota yang lebih banyak.
“Menurut saya ini sangat bermanfaat bagi keluarga yang enggak mampu,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Sugeng (45), peserta mudik tujuan Solo lainnya. Ia mengaku senang bisa kembali mengikuti program mudik gratis dari Pemerintah Kota Bekasi.
Baca juga: Polisi Masih Lacak Motor dan Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus
Ia menilai, program tersebut sangat membantu masyarakat di tengah kenaikan biaya transportasi menjelang Lebaran.
“Senang bisa pulang lewat program mudik gratis ini, ya. Apalagi saat ini ongkos mudiknya lebih mahal,” kata Sugeng.
Sugeng mengaku telah beberapa kali mengikuti program mudik gratis. Bahkan, tahun ini merupakan kali keempat ia ikut serta secara berturut-turut.
Menurut dia, proses pendaftaran program mudik gratis cukup mudah dan tidak menyulitkan masyarakat.
“Cuma surat domisili, KK, sama KTP sudah,” ujarnya.
Tahun ini, Sugeng pulang ke kampung halaman bersama tiga anggota keluarganya. Ia mengatakan, kerinduan kepada orangtua menjadi alasan utama dirinya selalu berusaha pulang setiap Lebaran.
“Karena kan masih ada orangtua di kampung, jadi pengen pulang. Kebetulan sekarang tinggal di Pekayon, Bekasi Selatan,” kata Sugeng.
Baca juga: Pramono Imbau Warga yang Mudik Lapor RT/RW: Supaya Ada yang Menjaga dan Tanggung Jawab
Bagi banyak perantau di Bekasi, program mudik gratis tidak hanya membantu mengurangi beban biaya perjalanan, tetapi juga membuka kesempatan untuk kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman pada momen Lebaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




