Tel Aviv: Israel dilaporkan tengah menyiapkan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza mulai Mei mendatang sebagai bagian dari tahap berikutnya dari rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.
Menurut laporan media Israel KAN yang dikutip Hurriyet Daily pada Minggu, 15 Maret 2026, pasukan ISF yang akan dikerahkan ke Gaza di bulan Mei meliputi sekitar 5.000 personel dari Indonesia dan puluhan tentara asal Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo.
Pasukan ISF ini disebut-sebut akan mulai beroperasi di Gaza pada 1 Mei.
KAN menyebut bahwa ISF awalnya akan ditempatkan di sekitar kota Palestina baru yang sedang dibangun di wilayah Rafah di Gaza selatan dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA)
Setelah itu, pengerahan pasukan diperkirakan akan diperluas ke wilayah lain di Gaza.
Delegasi militer dari negara-negara yang disebut akan berpartisipasi dilaporkan akan datang ke Israel dalam dua pekan ke depan untuk melakukan kunjungan pengintaian di Gaza sebelum pengerahan pasukan dilakukan.
KAN juga melaporkan bahwa ratusan tentara asing akan menuju Yordania bulan depan untuk mengikuti pelatihan, sebelum nantinya dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari pasukan internasional ISF.
Pasukan tersebut nantinya akan ditempatkan di wilayah dekat apa yang oleh media Israel disebut sebagai “yellow line," yaitu garis batas sementara di Gaza yang memisahkan wilayah yang sebelumnya dikendalikan Israel dengan area tempat warga Palestina diizinkan tinggal setelah gencatan senjata.
Sebelumnya, KAN juga melaporkan pada 9 Februari bahwa persiapan telah dimulai untuk kedatangan ribuan tentara Indonesia sebagai bagian dari ISF yang diusulkan dalam rencana Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.
Baca juga: Menlu Sugiono: Yordania Berkomitmen Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza



