Bisnis.com, MAKASSAR – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memastikan ketersediaan stok beras berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, Idulfitri, hingga pasca Lebaran 2026.
Wakil Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sulselbar Karmila Hasmin Marunta mengungkapkan bahwa saat ini cadangan beras yang dikelola pihaknya mencapai 526.000 ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut dalam beberapa bulan ke depan.
"Stok ini dipastikan cukup hingga Lebaran 2026, bahkan tetap tersedia pasca-Lebaran," ujar Karmila di Makassar, Minggu (15/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa Bulog terus bersinergi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Bank Indonesia, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas provinsi dan kota untuk memantau pergerakan harga komoditas di pasar.
Pemantauan difokuskan pada beras kualitas medium dan premium, serta komoditas minyak goreng, baik merek Minyakita yang diatur dalam Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun minyak goreng kemasan premium.
"Dari awal Ramadan hingga menjelang Idulfitri, kami rutin melakukan pemantauan harga di setiap pasar di Kota Makassar. Seluruhnya masih dalam kondisi harga yang stabil," tambah Karmila.
Baca Juga
- Mentan Lapor ke Prabowo Stok Beras RI Capai 5 Juta Ton Bulan Depan
- Bulog Indramayu Gelontorkan 6.282 Ton Beras untuk 314.129 Warga
- Harga Pangan Hari Ini (13/3/2026): Beras, Cabai, Telur Kompak Naik
Sebelumnya, Plt Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar Hasiholan Pasaribu menyatakan bahwa harga sejumlah bahan pokok di Makassar hingga pekan ketiga Ramadan masih menunjukkan tren yang stabil.
Kondisi ini dipicu oleh suplai komoditas yang tetap terjaga berkat koordinasi intensif dengan para distributor.
Hasiholan menegaskan pihaknya terus memastikan agar alur distribusi tidak mengalami kendala teknis maupun hambatan dari pihak-pihak tertentu yang mencoba melakukan spekulasi.
"Suplai sejauh ini aman, pasokan aman. Ini menguntungkan konsumen dan pedagang. KPPU menjaga agar pasokan tidak terhambat, harapannya jangan sampai ada lonjakan harga di sisa Ramadan ini," tegas Hasiholan.
Dengan jaminan stok yang melimpah dan distribusi yang lancar, pemerintah optimistis inflasi pangan di wilayah Sulselbar dapat terkendali hingga masa libur panjang Lebaran berakhir.





