Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya berkomitmen mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyatakan bahwa penyelidik tengah bekerja ekstra keras di lapangan.
"Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku dibalik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan 'scientific crime investigation'," katanya.
Budi menambahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga telah memberikan atensi khusus agar peristiwa penyiraman cairan berbahaya kepada aktivis ini menjadi prioritas utama. Pihaknya sedang melakukan analisa mendalam berbasis sains kriminalitas.
"Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya," katanya.
Baca juga: PBB prihatin serangan air keras terhadap aktivis KontraS Indonesia
Polda Metro Jaya telah mendirikan posko pengaduan khusus terhadap gangguan kepada aktivis. Posko ini bertempat di Lobby Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Selain layanan tatap muka, pihak Kepolisian juga menyediakan jalur cepat melalui Call Center 110 dan nomor Hotline 0812-8559-9191 yang dapat dihubungi kapan saja oleh masyarakat.
Budi juga mengajak peran serta aktif dari masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi. Pihaknya menjamin keamanan dan kerahasiaan identitas siapa pun yang memberikan kontribusi dalam pengungkapan kasus ini.
"Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami," katanya.
Baca juga: Penyiraman air keras ke Andrie Yunus, Polisi menduga ada dua pelaku
Polda Metro Jaya memastikan perlindungan penuh dan jaminan keamanan bagi setiap saksi yang membantu jalannya penyelidikan ini.
Polda Metro Jaya juga berkomitmen akan tetap bertindak profesional, proporsional dan akuntabel dalam setiap tahapan penanganan perkara.
Penanganan kasus ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, termasuk para aktivis guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif dan tertib hukum.
Baca juga: Polri periksa saksi-CCTV dalam penyelidikan kasus aktivis KontraS
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengusutan tuntas kasus penyiraman diduga air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, secara profesional, transparan dan mengedepankan metode penyelidikan ilmiah.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Sigit saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, proses penyelidikan dilakukan dengan pendekatan "scientific crime investigation" guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif dan berdasarkan bukti.
Selain itu, kata dia, Kepolisian saat ini juga tengah mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk kemudian didalami secara bertahap.
“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” katanya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyatakan bahwa penyelidik tengah bekerja ekstra keras di lapangan.
"Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku dibalik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan 'scientific crime investigation'," katanya.
Budi menambahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri juga telah memberikan atensi khusus agar peristiwa penyiraman cairan berbahaya kepada aktivis ini menjadi prioritas utama. Pihaknya sedang melakukan analisa mendalam berbasis sains kriminalitas.
"Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya," katanya.
Baca juga: PBB prihatin serangan air keras terhadap aktivis KontraS Indonesia
Polda Metro Jaya telah mendirikan posko pengaduan khusus terhadap gangguan kepada aktivis. Posko ini bertempat di Lobby Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Selain layanan tatap muka, pihak Kepolisian juga menyediakan jalur cepat melalui Call Center 110 dan nomor Hotline 0812-8559-9191 yang dapat dihubungi kapan saja oleh masyarakat.
Budi juga mengajak peran serta aktif dari masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi. Pihaknya menjamin keamanan dan kerahasiaan identitas siapa pun yang memberikan kontribusi dalam pengungkapan kasus ini.
"Kepada seluruh saksi yang mendengar, melihat, mengetahui atau mengalami langsung kejadian ini, kami mohon bantuannya untuk memberikan informasi kepada kami," katanya.
Baca juga: Penyiraman air keras ke Andrie Yunus, Polisi menduga ada dua pelaku
Polda Metro Jaya memastikan perlindungan penuh dan jaminan keamanan bagi setiap saksi yang membantu jalannya penyelidikan ini.
Polda Metro Jaya juga berkomitmen akan tetap bertindak profesional, proporsional dan akuntabel dalam setiap tahapan penanganan perkara.
Penanganan kasus ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, termasuk para aktivis guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif dan tertib hukum.
Baca juga: Polri periksa saksi-CCTV dalam penyelidikan kasus aktivis KontraS
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengusutan tuntas kasus penyiraman diduga air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, secara profesional, transparan dan mengedepankan metode penyelidikan ilmiah.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Sigit saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, proses penyelidikan dilakukan dengan pendekatan "scientific crime investigation" guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif dan berdasarkan bukti.
Selain itu, kata dia, Kepolisian saat ini juga tengah mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk kemudian didalami secara bertahap.
“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” katanya.





