Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Garut
Jumlah pemudik yang menggunakan layanan bus di Terminal Guntur Malati mulai mengalami peningkatan pada periode awal arus mudik Lebaran 2026.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Guntur Malati, Bambang Argo, mengatakan hingga saat ini tercatat sekitar 7.000 penumpang yang berangkat maupun tiba di terminal tersebut.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Jumlah pemudik yang tercatat sekitar 7.000 orang. Jika dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan sekitar 24 persen,” ujar Bambang dalam keterangan yang diterima tvrinews di Terminal Guntur Melati Garut, Jawa Barat, Minggu, 15 Maret 2026.
Ia menambahkan, puncak arus mudik di Terminal Guntur diperkirakan terjadi pada Rabu mendatang. Hal ini seiring dimulainya masa cuti bersama yang membuat pergerakan masyarakat diprediksi meningkat.
“Perkiraan kami puncak arus mudik akan mulai terlihat pada hari Rabu, karena Senin dan Selasa masih ada aktivitas kerja. Setelah itu kemungkinan akan terjadi lonjakan penumpang,” jelasnya.
Untuk melayani pemudik, pengelola terminal telah menyiapkan armada bus dari sejumlah perusahaan otobus (PO). Di antaranya 101 unit bus dari PO Haryanto, 36 unit dari PO Karunia Bakti, serta 16 unit dari PO MGI. Selain itu, terdapat sekitar 25 hingga 26 unit bus tambahan dari tiga perusahaan otobus lainnya.
Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang, pengelola terminal juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi para pemudik.
Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain troli gratis untuk membawa barang, penambahan kursi di area kedatangan dan keberangkatan, serta peningkatan kebersihan dan kenyamanan lingkungan terminal.
“Fasilitas seperti troli, toilet, dan tempat duduk di area kedatangan maupun keberangkatan sudah kami siapkan agar pemudik merasa lebih nyaman,”ucapnya.
Sementara itu, tujuan perjalanan yang paling banyak diminati pemudik dari Terminal Guntur adalah wilayah Bekasi dan Jakarta.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian masyarakat mulai memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan, meskipun peningkatannya belum terlalu signifikan.
Selain kesiapan armada dan fasilitas, pengelola terminal bersama instansi terkait juga telah melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan dan kesehatan kru bus melalui ramp check gabungan.
Pemeriksaan tersebut melibatkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk tes urine bagi para pengemudi. Jika ditemukan kru bus yang kondisi kesehatannya kurang baik, mereka akan disarankan untuk beristirahat sebelum kembali bertugas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan para pemudik selama masa angkutan Lebaran.
Editor: Redaksi TVRINews





