Ketua Komisi X DPR: Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Tak Layak Terjadi

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang diserang air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/3) malam di Jakarta Pusat.

Pernyataan itu disampaikan Hetifah dalam sambutannya pada diskusi bertajuk Smart Journalism yang ia gelar bersama BRIN di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Minggu (15/3).

Ia mengaku prihatin karena upaya menyuarakan hak-hak masyarakat masih menghadapi risiko besar.

“Sebelum saya akhiri, saya juga dalam kesempatan yang istimewa ini ingin menyampaikan keprihatinan saya atas peristiwa yang menimpa sahabat kita Andrie Yunus, aktivis KontraS,” kata Hetifah.

Sebagai mantan aktivis lembaga swadaya masyarakat, Hetifah mengatakan ia memahami risiko yang kerap dihadapi para pegiat masyarakat sipil saat memperjuangkan hak-hak publik.

“Sebagai mantan dari aktivis NGO, saya juga sangat merasakan bagaimana upaya untuk menyuarakan hak-hak dari masyarakat itu pada saat ini masih menghadapi suatu risiko yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut dia, serangan air keras yang menimpa Andrie merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Hetifah menilai kekerasan seperti itu tidak layak diterima oleh siapa pun.

“Yang diserang air keras oleh orang yang tidak bertanggung jawab adalah sesuatu yang tidak layak untuk diterima,” imbuh Hetifah.

Ia juga menyinggung ancaman yang kerap dihadapi para jurnalis. Menurut Hetifah, jurnalis merupakan pilar demokrasi yang harus dilindungi.

“Ancaman-ancaman lainnya terhadap khususnya para jurnalis. Teman-teman semua adalah pilar demokrasi dan kita harus lindungi,” tuturnya.

Hetifah berharap, peristiwa kekerasan terhadap aktivis maupun jurnalis tidak kembali terjadi di masa mendatang. Ia juga meminta dukungan doa agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi terhadap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Prabowo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus itu.

"Saat ini saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Sigit di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3).

Sigit memastikan, pengusutan perkara ini akan dilakukan secara scientific crime investigation. Hingga kini, proses pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi masih dilakukan.

"Yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arbeloa Takjub Lihat Gol Arda Guler dari Tengah Lapangan: Sepadan dengan Harga Tiket
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
IHSG Anjlok Hampir 6%, Terburuk di Asia
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Antrean Kendaraan Lebih dari 30 Km di Gilimanuk, ASDP Percepat Bongkar Muat
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Malam 27 Ramadan, Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Bupati di Jawa Tengah Terjaring OTT KPK Awal 2026, Dinilai Jadi Alarm bagi Demokrasi Daerah
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.