Sosok Andrie Yunus, Aktivis KontraS yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami sejumlah luka akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Pria 28 tahun tersebut merupakan seorang advokat dan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM). Dari informasi yang diterima kumparan, Minggu (15/3), Andrie telah bergabung bersama KontraS sejak Maret 2022.

Sepak terjangnya Andrie di KontraS dimulai sebagai Staf Divisi Hukum KontraS hingga Juli 2023. Setelah itu, ia naik sebagai Kepala Divisi Hukum KontraS hingga Februari 2025, sebelum akhirnya menjadi Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS sampai saat ini.

Di KontraS, Andrie terlibat dalam kegiatan advokasi strategis, termasuk pemantauan kasus pelanggaran HAM, pendampingan korban, penyusunan laporan investigasi, hingga advokasi kebijakan terkait reformasi sektor keamanan dan penghapusan praktik penyiksaan.

Selain itu, Andrie juga terlibat dalam berbagai laporan investigasi dan laporan situasi. Beberapa karyanya antara lain laporan investigasi mengenai kasus pembunuhan di luar hukum dan mutilasi warga di Timika, Papua; laporan investigasi terkait kasus kerangkeng manusia di Langkat, Sumatera Utara; serta laporan awal terkait penembakan demonstran di Desa Bangkal pada tahun 2023.

Sebelum bergabung sepenuhnya di KontraS, Andrie sempat berkontribusi di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sebagai Asisten Pengabdi Bantuan Hukum (APBH). Selain itu, ia juga pernah menjalani program magang di LBH APIK Jakarta, lembaga yang fokus pada advokasi hukum berbasis gender dan perlindungan perempuan korban kekerasan.

Sepanjang 2025 sampai dengan 2026, Andrie juga melakukan aksi yang sempat viral, yaitu mendorong transparansi pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta.

Selain itu, Andrie pernah menjadi saksi dalam sidang Mahkamah Konstitusi Nomor 81/PPU-XXIII/2025 tentang Pengujian Formil Undang-undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Andrie juga menjadi bagian dari Komisi Pencatatan Fakta (KPF) Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar sejak Reformasi, yang telah diluncurkan tanggal 18 Februari 2026.

Saat ini Andrie masih mendapatkan perawatan intensif di RSCM. Pada Jumat (14/3), ia telah menjalani operasi mata, khususnya mata kanan yang terdampak cukup parah. Hingga kini ia belum bisa dijenguk.

Atas kasus yang penyiraman yang menimpa Andrie, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan komitmennya untuk mengusut kasus ini. Terlebih Sigit mengaku telah ditugaskan Presiden Prabowo Subianto dalam pengusutan kasus ini secara tuntas.

"Saat ini saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Sigit di Stasiun Gubeng, Surabaya, Minggu (15/3).

Ia memastikan pengusutan kasus ini dilakukan dengan investigasi secara saintifik. Kini proses pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi masih dilakukan.

"Yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," kata Sigit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sentil Pengamat Tak Suka Indonesia Berhasil: Kita Mau Tertibkan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Salat Hari Ini untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya, Minggu 15 Maret 2026
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
325 Bus dan Awak Lolos Pemeriksaan Ketat Jelang Mudik Gratis Jateng
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Cek MagangHub di Lapas Sukamiskin, Sekjen Kemnaker Pastikan Pemagang Dibekali Skill Kerja
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Namanya Sudah Jawa Banget, Rekan Justin Hubner di Fortuna Sittard yang Pernah Juara Piala Eropa Ini Eligible Bela Timnas Indonesia?
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.