JAKARTA, DISWAY.ID - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Dalam keterangannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan, hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua pada periode 18-20 Maret 2026.
BACA JUGA:Bukber Bareng Alumni, Rektor UIN Jakarta Paparkan Tiga Fokus Utama Pengembangan Universitas
BACA JUGA:Andrie Yunus Disiram Air Keras, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Sebut Upaya Pembunuhan
Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Kondisi tersebut, yang juga diikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah.
"Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil," kata Andri dalam keterangannya pada Minggu, 15 Maret 2026.
Lebih lanjut, Andri menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur.
BACA JUGA:Finnet dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan bagi Pekerja Migran Indonesia
BACA JUGA:Setelah Andrie Yunus, Giliran Mahasiswa yang Undang Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto DITEROR
Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Pada sektor penerbangan BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua.
Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, yang berarti awan hujan berpotensi muncul cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.
BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut.
"Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” ujarnya.
- 1
- 2
- »




