Pulau Kharg Jadi Pusat Ekspor Minyak Iran dan Titik Strategis dalam Ketegangan Militer AS–Iran

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pulau Kharg merupakan pulau strategis yang terletak sekitar 25 kilometer dari pesisir Teluk bagian barat laut di Iran dan menjadi pusat utama ekspor minyak mentah negara tersebut.

Pulau tersebut memiliki panjang sekitar 6 kilometer dan lebar sekitar 3 kilometer.

Pulau Kharg menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Hal tersebut terjadi karena sebagian besar garis pantai Iran terlalu dangkal untuk kapal tanker minyak berukuran besar.

Pulau Kharg telah berfungsi sebagai terminal utama ekspor minyak Iran sejak dekade 1960-an.

Fasilitas ekspor minyak di pulau tersebut awalnya dibangun dengan keterlibatan perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat.

Sejak saat itu Iran terus memperluas dan meningkatkan infrastruktur energi di pulau tersebut selama beberapa dekade.

Minyak mentah yang dikirim dari Pulau Kharg menjadi sumber pendapatan utama bagi pemerintah Iran.

Pulau tersebut memiliki tangki penyimpanan minyak, jaringan pipa, serta dermaga laut dalam.

Dermaga laut dalam memungkinkan kapal tanker berukuran besar atau supertanker memuat minyak mentah.

Banyak fasilitas energi di pulau tersebut terkonsentrasi dan berada di area terbuka.

Kondisi tersebut membuat infrastruktur di Pulau Kharg rentan terhadap serangan.

Pulau Kharg juga memiliki nilai strategis dari sisi militer bagi Iran.

Iran menjaga pulau tersebut dengan instalasi militer untuk melindungi fasilitas energinya.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa setiap agresi terhadap pulau-pulau Iran akan "menghancurkan semua pengekangan".

Infrastruktur Minyak Tidak Diserang untuk Hindari Guncangan Energi

Beberapa pengamat menilai keputusan untuk tidak menyerang fasilitas minyak di Pulau Kharg merupakan bagian dari strategi militer Amerika Serikat.

Kantor berita Iran Fars News Agency melaporkan bahwa serangan Amerika Serikat hanya menargetkan posisi pertahanan, pangkalan militer, dan fasilitas helikopter.

Infrastruktur minyak di pulau tersebut tidak menjadi sasaran serangan.

Salah satu alasan yang disebutkan analis adalah untuk mencegah guncangan energi global.

Gangguan terhadap ekspor minyak dari Pulau Kharg dapat memicu lonjakan harga minyak dunia.

Lonjakan harga energi berpotensi memperburuk inflasi dan meningkatkan risiko ekonomi global.

Alasan lainnya adalah kemungkinan Amerika Serikat ingin menjaga infrastruktur minyak Iran tetap utuh.

Infrastruktur tersebut dapat menjadi aset strategis jika terjadi perubahan kekuasaan di Iran.

Beberapa analis menilai Washington mungkin melihat aset energi Iran sebagai potensi hadiah perang.

Serangan terhadap fasilitas energi sipil juga dinilai dapat meningkatkan dukungan publik Iran terhadap pemerintahnya.

Serangan tersebut berpotensi memicu reaksi negatif dari masyarakat Iran.

Laporan media Amerika Serikat juga menyebutkan Washington mencegah Israel menyerang fasilitas energi Iran.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.

Opsi Penguasaan Pulau Dinilai Berisiko Tinggi

Iran sebelumnya memperingatkan bahwa serangan terhadap sektor energi mereka akan memicu serangan balasan terhadap infrastruktur minyak dan gas di Timur Tengah yang terkait dengan Amerika Serikat atau sekutunya.

Sejumlah laporan media Amerika Serikat menyebutkan Washington mempertimbangkan opsi untuk merebut Pulau Kharg.

Penguasaan pulau tersebut dapat melumpuhkan ekspor minyak Iran.

Penguasaan pulau juga dapat memberikan keunggulan dalam negosiasi geopolitik.

Namun kedekatan Pulau Kharg dengan daratan Iran membuat operasi militer menjadi berisiko tinggi.

Pasukan pendarat berpotensi diserang dengan rudal, drone, maupun serangan laut dari Iran.

Karena itu operasi amfibi dinilai jauh lebih berbahaya dibandingkan serangan udara.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada media Fox News bahwa pengerahan pasukan memperluas opsi militer yang tersedia.

Pasukan tersebut disebut siap melaksanakan operasi darat jika diperintahkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Supercarrier! Inilah Kapal Induk Paling Mengerikan di Dunia
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hutama Karya Beri Diskon Tarif Tol JTTS 30 Persen saat Mudik, Ini Rincian Tarifnya
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Aktivitas Tambang AMMAN Dongkrak Ekonomi Nasional hingga Rp 173 Triliun
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Minta Kasus Kekerasan terhadap Andrie Yunus Diusut Tuntas
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cak Imin Usul PNS WFH demi Efisiensi BBM Antisipasi Dampak Perang di Timteng
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.