Jakarta, VIVA – Musim mudik selalu menghadirkan cerita khas perjalanan panjang menuju kampung halaman. Tahun ini, mobilitas masyarakat diperkirakan kembali melonjak. Survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memproyeksikan sekitar 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode Mudik Lebaran 2026.
Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya aktivitas perjalanan di berbagai moda transportasi, termasuk jalur penyeberangan laut yang menjadi penghubung penting antarpulau. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!
Beberapa pelabuhan utama seperti Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Ketapang diperkirakan kembali menjadi titik mobilitas paling sibuk selama arus mudik.
Cerita Perjalanan yang Tak Selalu Singkat
Bagi banyak pemudik, perjalanan menuju kampung halaman bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga pengalaman yang penuh cerita. Waktu tunggu di pelabuhan, antrean kendaraan, hingga perjalanan panjang di atas kapal menjadi bagian dari ritual tahunan menjelang Lebaran.
Di tengah perjalanan tersebut, kebutuhan sederhana seperti makanan ringan, minuman, hingga tempat istirahat sering kali menjadi hal yang dicari para pemudik. Area pelabuhan pun biasanya berubah menjadi ruang transit yang ramai dengan aktivitas para pelancong.
Melihat dinamika ini, pengelola transportasi penyeberangan seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya meningkatkan layanan agar perjalanan terasa lebih nyaman.
Direktur Teknik ASDP, Nana Sutisna, menyebut bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu cara menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pengguna jasa.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa penyeberangan. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, ASDP terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi masyarakat,” ujar Nana dalam keterangannya, dikutip Minggu 15 Maret 2026.
Menjaga Kenyamanan di Tengah Lonjakan Mobilitas
Lonjakan jumlah penumpang selama mudik biasanya diikuti meningkatnya kebutuhan konsumsi di area transit. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah perusahaan juga ikut memperkuat distribusi produk di titik perjalanan.
CEO FMCG OT Group, Donny, mengatakan bahwa momen mudik bukan hanya periode distribusi yang sibuk, tetapi juga momentum sosial yang melibatkan jutaan orang.





