Pasukan Internasional Termasuk 5.000 TNI Segera Disiapkan ke Jalur Gaza

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Pasukan internasional di Jalur Gaza yang merupakan bagian dari fase selanjutnya dari rencana yang diusulkan oleh Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) telah disiapkan.

Menurut laporan stasiun televisi KAN milik Israel, Sabtu (14/3/2026), pasukan yang mencakup 5.000 Tentara Nasional Indonesia (TNI), bersama dengan puluhan tentara dari Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo itu mulai beroperasi pada 1 Mei 2026.

Melansir Anadolu, penempatan pasukan akan dilakukan di sekitar kota Palestina yang sedang dibangun dengan dukungan dari Uni Emirat Arab (UEA) di daerah Rafah di Jalur Gaza selatan.

Nantinya pasukan tersebut akan menyebar ke dalam wilayah-wilayah dekat “garis kuning”, di mana area tersebut merupakan batas sementara di dalam Gaza tempat pasukan Israel mundur sementara, berdasarkan hasil perjanjian gencatan senjata yang memisahkan wilayah yang dikuasai Israel dengan wilayah warga Palestina mendapat izin untuk tinggal.

Ratusan pasukan tersebut akan mendapatkan pelatihan di Yordania, yang diperkirakan akan berangkat bulan depan sebelum mulai memasuki Gaza sebagai bagian dari pasukan internasional.

Untuk diketahui, pada 9 Februari 2026 lalu, Israel melaporkan kesiapannya menyambut ribuan tentara Indonesia sebagai bagian dari pasukan stabiliasasi yang masuk pada rencana Trump untuk mengakhiri perang Gaza, Palestina.

Sebelumnya, pada 16 Januari 2026, Gedung Putih mengumumkan struktur pemerintahan transisional di Gaza yang mencakup Dewan Perdamaian, Dewan Eksekutif Gaza, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, dan pasukan stabilisasi internasional.

Pasukan stabilisasi bertugas untuk mengawasi operasi keamanan di Gaza, melucuti kelompok bersenjata, dan memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi.

Upaya ini termasuk dalam fase kedua rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang Gaza yang dikeluarkan pada 17 November 2025, dengan dukungan dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Pada 6 Maret 2026, Indonesia menyatakan akan menarik diri dari Dewan Perdamaian jika tidak berpihak pada kemerdekaan Palestina. Hal tersebut disampaikan Prabowo Subianto Presiden RI dalam pertemuan dengan lebih dari 160 ulama di istana kepresidenan, Jakarta.

Sementara perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, setelah Zionis Israel melakukan genosida selama dua tahun di Palestina yang merengut lebih dari 72.000 jiwa warga Palestina dan melukai sejumlah 170.000 lainnya.

90 persen infrastruktur dan fasilitas sipil di wilayah tersebut hancur oleh serangan Zionis Israel. PBB memperkirakan biaya rekonstruksinya sekitar 70 miliar dolar AS. (vve/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Resmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan, Gabungan Tiga Taman Kota
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Kongkalikong Bupati dan Sekda Cilacap Kumpulkan 'Setoran' THR hingga Rp610 Juta
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Luhut Blak-blakan Depan Prabowo: Iran Bangsa Arya Tak Mudah Ditaklukkan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Veronica Tan Ungkap Stereotip Gender Masih Jadi Masalah Bagi Perempuan Indonesia
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jalan Sicincin-Malalak-Balingka Belum Bisa Dilalui Kendaraan Pemudik
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.